Rumah Idaman Keluarga Muda
Suami Stop Merokok Agar Bisa Beli Rumah Idaman Seharga Rp 525 Juta
Harga rumah di Surabaya memang sudah mahal. Tapi kalau kita punya niat, pasti bisa beli rumah di sini (Surabaya).
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Memiliki rumah yang nyaman menjadi idaman bagi semua keluarga. Tetapi beli rumah di Surabaya bagaikan mimpi.
Pasangan muda yang bergaji pas-pasan harus pandai mengelola uang agar bisa memiliki rumah nyaman di Surabaya.
Sejak masih kuliah, Risma Dwi Santoso (29) dan pacarnya, Bagus Rahadian Saputra (31), sudah rajin menabung agar bisa membeli rumah di Surabaya jika sudah menikah.
Berkat usaha keras itu, mereka berhasil membeli rumah di Surabaya setahun sebelum menikah pada 2012.
"Saya beli rumah masuk kampung di Ngagel, belakang Ubaya. Harganya sudah mahal Rp 525 juta dengan luas bangunan 7 x 20 meter. Akses jalannya lebar, mobil bisa masuk," kata Risma yang tercatat sebagai warga Ngagel Wasana, Kelurahan Barata Jaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, itu.
Risma mengakui, mencari rumah yang nyaman di Surabaya cukup sulit. Ia harus keliling cari informasi selama dua tahun untuk mendapatkan rumah tersebut.
Risma memang mencari rumah di tengah kota yang bebas dari banjir.
Faktor lingkungan yang aman juga menjadi pertimbangannya dalam mencari rumah.
Kesulitan bertambah karena harga rumah yang nyaman di tengah kota sudah tinggi.
"Rata-rata harga rumah di tengah kota ketika itu sudah Rp 700 juta. Setelah lama mencari akhirnya ketemu di Ngagel itu. Harganya masih Rp 500-an juta. Akses jalan lebar dan tidak terkena banjir," ujar ibu muda yang sekarang bekerja sebagai public relation sebuah hotel di Surabaya.
Ia mulai menabung sejak kuliah semester 4 atau sekitar 2008. Risma kuliah di jurusan Sastra Jepang, Untag Surabaya.
Ketika masih kuliah, Risma sudah mulai bekerja paruh waktu. Dia bekerja di studio foto milik pamannya.
Tak hanya itu, Risma juga menjalankan bisnis jual beli pakaian.
"Saya memang hobi fotografi. Kebetulan ketika itu pekerjaan saya nyambung dengan hobi. Sejak itu saya mulai menyisihkan penghasilan saya untuk persiapan beli rumah ketika menikah. Suami saya juga mulai menabung," katanya.
Untuk penghematan, Risma mulai mengurangi hobi fotografinya yang sering hunting ke luar kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/1101rumah-idaman-di-ngagel-surabaya_20160111_105523.jpg)