Polda Jatim

Selama 2015, 14 Polisi di Jatim Dipecat karena Perkara Narkoba

#SURABAYA - "Kalau tidak bisa dibina ya dibinasakan," kata Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji.

Selama 2015, 14 Polisi di Jatim Dipecat karena Perkara Narkoba
miftah faridl
Anggota Polsek Sedati, Sidoarjo berinisial Aiptu AL dan pacarnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selama 2015, sebanyak 14 polisi yang dinas di jajaran Polda Jatim dipecat tidak dengan hormat (PTDH).

Kebanyakan mereka terlibat tindak pidana perkara narkoba yang kini diperangi oleh kepolisian.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji menegaskan, pihaknya tidak menoleransi atas tindakan polisi nakal terutama terlibat narkoba. Mereka tahu risiko dan akibatnya jika berhubungan dengan narkoba.

Apalagi polisi tengah gencar memerangi narkoba yang banyak beredar di masyarakat.

"Masyarakat kita perangi. Tentunya polisi harus ditertibkan. Kalau tidak bisa dibina ya dibinasakan," tandas Irjen Anton Setiadji, Selasa (29/12/2015).

Ia menegaskan, mereka yang di-PTDH sebenarnya sudah lama diproses. Baik itu lewat peradilan umum, sidang kode etik, dan sidang disiplin. Namun mereka masig menunggu Surat Keputusan (Skep).

"Kebetulan yang menandatangani saya sehingga nasibnya tidak terkatung-katung. Mudah-mudahan anggota yang di PTDH bisa membina masyarakat," jelasnya.

Tahun 2016 nanti, juga masih banyak polisi yang akan di PTDH karena kasus narkoba dan lainnya.

Seperti Aiptu Abdul Latief anggota Polsek Sedati, Polres Sidoarjo yang ditangkap atas kepemilikan SS seberat 13 kg yang kini masih menjalani sidang di PN Surabaya.

Selama setahun (2015) pengungkapan kasus narkoba mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 27,98 persen. Tajun 2014 mengungkap 2.577 kasus dengan jumlah tersangka 3.232 orang. Sedang tahun 2015 tersangka yang ditangkap sebanyak 4.057 orang dengan 3.298 kasus.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved