Sopir Angkot Mogok Massal

Angkot Harus Berbadan Hukum, Padahal Biaya Urus Rp 2,5 Juta - Rp 3,5 Juta

#SURABAYA - Karena mengurus badan hukum, seperti PT biayanya cukup besar. Antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta.

sumber: pdiperjuangan-jatim.com
Agustin Poliana, politisi PDI Perjuangan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Demonstrasi para sopir angkutan kota (ankot) Surabaya atau yang biasa disebut lyn, diterima Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Agustin Poliana, 19 November 2015.

Perwakilan demonstran mengatasnamakan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Kota Surabaya.

Setelah semua jurusan lyn terkumpul, mereka langsung naik ke ruangan komisi D dan hearing bersama Agustin Paulina.

Dalam tuntutannya, mereka meminta pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 74 tahun 2014 tentang Angkutan Jalan Raya.

"Dalam PP itu kami keberatan dengan adanya pemilik lyn harus berbadan hukun, CV atau koperasi untuk bea balik nama. Sementara selama ini, pemilik lyn bisa melakukan bea balik nama secara pribadi atau perorangan," jelas Dendy Prayitno, ketua Konfederasi SPSI Kota Surabaya, di ruang komisi D.

Selanjutnya, usai diterima, Agustin diminta untuk ikut kedepan dan berorasi didepan ratusan para pengemudi lyn. Usai orasi, Agustin mengungkapkan, pihaknya menyadari bila peraturan itu memberatkan.

"Karena mengurus badan hukum, seperti PT biayanya cukup besar. Antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta. Sementara mereka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan operasional saja, kesulitan," jelas Agustin.

Karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk tidak memberlakukan PP tersebut.

Mengingat saat ini, kondisi industri moda transportasi yang banyak persaingan, sangat berimbas pada pendapatan para pengusaha lyn Surabaya.

Apalagi lyn di Surabaya ini, umumnya dimiliki perorangan yang kemudian diaktifkan sebagai angkutan umum.

"Selain PT dan CV, bisa dengan koperasi. Kalau koperasi kan harus bergabung dengan orang lain dan itu tentu butuh waktu dan sosialisasi lebih lanjut," tandas Agustin, disambut tepuk tangan para pengemudi lyn.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved