Kamis, 23 April 2026

Berita Jember

Kucing Hutan Biasa Disantap, Juga Sering Ganggu Hewan Ternak

#JEMBER - Ternyata, kucing hutan atau Blacan biasa berkeliaran di sekitar kampung di Lumajang dan mengganggu hewan ternak. Warga pun biasa memasaknya.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
ProFauna Indonesia
Laman Facebook Protection of Forest & Fauna (Profauna) membagikan foto-foto kucing hutan yang dibantai dari akun Facebook Ida Tri Susanti, Sabtu (17/10/2015). 

Keterangan Agung ini hampir sama dengan informasi yang didapatkan SURYA.co.id tentang perdagangan kucing hutan di kawasan perbatasan Jember - Lumajang.

Peta di atas menunjukkan wilayah antara Kecamatan Kencong di Kabupaten Jember dan Yosowilangun di Kabupaten Lumajang. Di kawasan itu, kucing hutan hasil buruan diperjualbelikan dan dikonsumsi.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Ida mengaku berfoto bersama kucing hutan mati itu karena iseng. Ketika itu, ia pulang kampung ke Desa Tunjungrejo, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

Keluarganya mendapatkan kucing hutan itu dari saudaranya yang membeli kucing hutan itu dari pemburu. Kucing hutan itu kemudian dimasak dan disantap oleh keluarganya.

Sebelum dimasak, Ida berfoto bersama kucing hutan atau Blacan (Felis bengalinses) tersebut. Foto itu kemudian diunggah ke akun Facebook pada 12 September 2015. Belakangan foto itu diketahui netizen, lantas disebarluaskan dan menuai kecaman.

Lembaga ProFauna melaporkan hal itu kepada BKSDA dan pihak kepolisian. Pihak BKSDA Wilayah III Jawa Timur bersama polisi kemudian menelusurinya. Ida pada akhirnya dibawa polisi, dan kini kasusnya diselidiki oleh Polres Lumajang.

Belakangan foto bersama kucing hutan mati itu dihapus dari akun Facebook Ida Tri Susanti.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved