Rabu, 20 Mei 2026

Berita Jember

Bantah Kasur Masuk Sungai Bedadung

"Sampah yang mendominasi itu sampah plastik, sampah rumah tangga," ujar Prasetyono, relawan dari komunitas Grebek Sedekah.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni
Surya/Sri Wahyunik
Para relawan telah bersih-bersih sungai Bedadung Jember, Sabtu (12/9/2015) 

SURYA.co.id |JEMBER - Seorang relawan perlahan menuruni jembatan kembar atau biasa disebut Gladak Kembar, Jember, Sabtu (12/9/2015).

Gladak Kembar membentang di atas Sungai Bedadung, sungai legendaris Jember yang membelah kota Jember.

Perlahan, memakai teknik rappling, relawan itu menuruni salah satu sisi jembatan.

Ia kemudian berpijak pada penyanggah besi di sisi jembatan.

Relawan itu kemudian mengambil sebuah bantal berwarna merah muda.

Bantal diserahkkan ke temannya yang ada di atas jembatan. Bantal itu kemudian masuk ke truk sampah.

Inilah satu pemandangan dalam acara 'Resik-Resik Kali' yang digelar sejumlah komunitas di Jember.

Acara bersih-bersih kali ini menyasar Sungai Bedadung.

Pekan sebelumnya, relawan menyasar bawah jembatan Sungai Bedadung di Jalan Mastrip dan sebelumnya di anak sungai Bedadung di Jembatan Cakol.

Bersih-bersih di Gladak Kembar kali ini juga diikuti oleh Bupati Jember MZA Djalal, sejumlah kepala SKPD Pemkab Jember, anggota TNI dan Polri. Ratusan orang tumplek blek di sungai yang debit airnya menurun itu.

Bantal, sampah plastik, juga sampah daun dan ranting kayu berserakan di tempat itu.

"Sampah yang mendominasi itu sampah plastik, sampah rumah tangga," ujar Prasetyono, relawan dari komunitas Grebek Sedekah.

Selama tiga kali kegiatan bersih-bersih sungai, sampahh rumah tangga berupa plastik yang mendominasi. Dari dua kali bersih-bersih di Jembatan Mastrip dan Cakol, relawan mendapatkan masing-masing sampah sekitar 1,5 ton.

Pras melihat kesadaran masyarakat dalam membuang sampah masih rendah. Warga masih memakai sungai sebagai tempat sampah terpanjang dan terlebar.

"Dari hasil sampah yang kami dapatkan terlihat memang kesadaran masyarakat masih rendah. Acara ini merupakan bentuk sindiran juga peringatan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah lagi di sungai," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved