Reportase Cipo dari Thailand

Berburu Halal di Thailand

meski warganya mayoritas beragama Buddha, ihwal halal ternyata sangat ketat diterapkan di Thailand...

Editor: Tri Hatma Ningsih
istimewa
tom yum 

Catatan halal RYAN YULI PURNAMI
Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang/peserta program PPL-KKN di Thailand

MAYORITAS warga negara Thailand memang beragama Budha, namun ihwal halal ternyata sungguh diperhatikan kendati warga muslim sebagai minoritas di sini. Utamanya warga muslim Thailand selatan terkesan sangat selektif dengan apapun yang mereka beli dan konsumsi.

Bubuk minuman instan misalnya, seperti susu, kopi, atau sirup juga ada jaminan halalnya. Bahkan, air putih yang mereka beli pun haruslah berlabel halal. Jika pergi ke toko untuk membeli sesuatu, hal yang pertama yang mereka lihat adalah label halal.

Setidaknya itulah yang saya pelajari selama dua bulan ini berada di Thailand selatan. Sesuatu yang tidak pernah saya lihat saat berada di Indonesia pun ternyata tidak luput dari label halal, yakni sabun mandi.

Di toko-toko dalam wilayah Thailand selatan ini, begitu banyak produk-produk kebutuhan harian seperti sabun mandi yang menggunakan label halal. Berbeda dengan di Indonesia yang jarang sekali ada sabun mandi yang menyematkan label halal.

Apalagi untuk restoran dan hotel-hotel di wilayah Thailand selatan ini selalu ada tulisan bahwa makanan yang mereka jajakan sudah disahkan kehalalannya oleh The Islamic Committee of Thailand, semacam MUI di Indonesia.

Terlepas dari wilayah di Thailand Selatan ini, Anda yang kelak berada di sini, tidak perlu khawatir, jika berada di pusat perbelanjaan mencari makanan halal. Selain dapat terlihat dari label halal, juga dapat dilihat dari si penjualnya. Jika penjual makanan tersebut wanita dan memakai hijab bisa dipastikan bahwa makanan yang dijualnya halal.

Entah darimana kesimpulan itu mereka ambil. Mungkin dari identitas kaum muslimah yang identik dengan penggunaan hijab. Cara yang unik untuk menentukan halal dan haramnya dagangan yang mereka jajakan.

Suatu ketika saya pernah akan memasuki kedai makanan di sebuah pusat perbelanjaan dan mencoba mencari tanda halal di kedai tersebut. Tiba-tiba seorang wanita berkerudung menghampiri saya dan berkata jika makanan yang dijual di sana tidak halal.

Subhanallah, ternyata masyarakat di sini peduli dengan saudaranya. Begitu diingatkan, saya merasa aman berada di negeri berjuluk gajah putih ini. Tak perlu khawatir perihal halal dan haram karena mereka sangat memperhatikan ihwal tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved