Berita Blitar
Matarmaja Anjlok, Tujuh KA Terganggu
Menurutnya, dengan anjloknya KA bernomer lokomotif CC 2010406 dengan nomer KA 172 itu, ada sekitar 7 KA, yang bakal terganggu keberangkatannya.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Yoni
SURYA.co.id| BLITAR - Anjloknya Kerata Api (KA) Matarmaja dari relnya, di Lingkungan Jurang Menjeng, Kelurahan/Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Senin (24/8) pagi sekitar pukul 06.51 WIB, bakal mengganggu perjalanan KA lainnya.
Sedikitnya, ada tujuh KA yang bakal terganggu. Kurniawan (40), pelaksana tehnis lokomotif Daop VIII, mengatakan, proses evakuasi KA ini dibutuhkan waktu agak lama.
Diperkirakan sekitar 3 sampai 4 jam karena harus mendatangkan tim tehnis dari Malang.
"Kami belum tahu penyebabnya, apakah karena ada pergeseran rel atau ada penyebab lain. Nanti, yang tahu tim tehnis setelah bekerja. Saat ini tim tehnis masih dalam perjalanan ke sini," papar Kurniawan ditemui di TKP.
Menurutnya, dengan anjloknya KA bernomer lokomotif CC 2010406 dengan nomer KA 172 itu, ada sekitar 7 KA, yang bakal terganggu keberangkatannya.
Yakni, KA Malabar, jurusan Bandung-Malang, KA Gajayana, jurusan Pasar Senen-Malang, KA Majapahit, jurusan Stasiun Gambir-Malang. Sedang KA lokal, seperti KA Penataran, KA Rapim Doho, keduanya jurusan Blitar-Surabaya, lewat Malang, juga terganggu.
Dua KA lagi, yakni, KA Rapim Doho dan KA Penataran, jurusan Blitar-Surabaya, yang lewat Kertosono, juga belum bisa jalan berangkat karena di Stasiun Kota Blitar, dipenuhi kereta api lainnya.
"Semua KA ini belum bisa berangkat karena menunggu perbaikan KA yang ajlok ini. Semuanya masih stand by di stasiunnya masing-masing, seperti KA Gajayana dan Malabar berada Stasiun Kota Blitar, termasuk KA Rapim Doho dan Penataran. Juga ada yang stand by di Stasiun Kota Malang, seperti Rapim Doho dan Penataran," ungkapnya.
Anjlok KA Mataremaja ini juga mengganggu arus lalu lintas, jurusan Kecamatan Wlingi ke Kecamatan Kanigoro. Tak hanya kendaraan bermotor, pejalan kaki juga tak bisa lewat karena gerbong KA menutup jalan ke arah kedua kecamatan tersebut.
Akibatnya, arus lalu lintas di TKP sempat macet sebelum dialiihkan lewat perempatan lampu merah Garum atau sekitar 2 km dari TKP.
"Saat ini, arus lalu lintas di TKP sudah mulai nornal karena kami alihkan. Sebab, gerbong KA itu menutup jalan ke arah Kecamatan Kanigoro," katanya.
Selain itu, pihaknya telah menurunkan tim identifikasi, untuk menyelidiki penyebab kecelakaan itu. Hasilnya, belum diketahui karena tim masih bekerja.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/2408sepur-anjlok-matarmaja_20150824_105353.jpg)