Pendaki Gunung Semeru Hilang
Kami Sudah Mendekati Puncak Semeru, Ada Yang Teriak, Awas Batu!
Batunya udah kecil sebenarnya, tapi kencang. Setelah kena kaki kakak, terus ke korban yang cewek (Dania), tepat kena di wajahnya.
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Titis Jati Permata
"Semua orang kalau ke Semeru ya inginnya ke puncak, kami lanjutkan ke puncak. Lagipula semua pendaki saat itu semuanya juga ke puncak. Mungkin ada kalau 200 an orang yang naik ke puncak, ramai sekali yang naik ke puncak," ungkap Hendri yang mengaku asal Bogor .
Tapi keputusan mereka terus mendaki ke puncak berujung kejadian fatal. Belum sampai menyentuh puncak Mahameru, peristiwa ngeri itu terjadi.
Sekitar pukul 07.00 WIB baik Yoga maupun Hendri mendengar teriakan peringatan ada batu jatuh dari para pendaki lain. Saat itu posisi Hendri jauh di atas rombongan kelompoknya.
"Waktu itu sudah terang, matahari sudah terbit, karena ada suara ribut itu saya lihat ke bawah, saya masih bisa lihat ada batu berguling, terus meluncur ke bawah sampai batas vegetasi," kata Hendri.
Yoga dan Rendika yang masih bergerak dalam posisi bersamaan dengan mayoritas anggota kelompok, berada di bawah titik asal longsoran batu.
"Kami sepertinya sudah mendekati puncak. Di atas tiba-tiba ada yang teriak "awas batu!" Lalu diteriaki lagi, "batu ke kiri", pendaki pada bergeser ke kanan. Batunya segede helm, tapi batu itu membentur tebing lagi, pecah jadi dua dan berpencar. Batunya ada yang ke kiri dan yang ke kanan," terang Yoga yang posisinya berdekatan dengan kakaknya dan korban Dania Agustina ( korban yang meninggal).
Yoga menyebut posisinya sedikit di atas sang kakak. Sedangkan korban Dania berada di bawah Rendika.
"Batunya udah kecil sebenarnya, tapi kencang. Setelah kena kaki kakak, terus ke korban yang cewek (Dania), tepat kena di wajahnya, sepertinya langsung meninggal," papar Yoga.
Menurut Yoga saat itu Dania berdua dengan seorang rekannya. Dania bukan bagian dari kelompok pendakian Yoga dan Hendri.
Sebagai gambaran, area atau jalur pendakian menuju Mahameru merupakan medan yang sepenuhnya terdiri dari pasir dan bebatuan labil dengan tingkat kemiringan sekitar 45 derajat.
Di lokasi ini pergerakan pendakian dilakukan dengan merangkak. Para pendaki harus berbaris beriringan untuk bisa menuju puncak.
Selain Dania dan Rendika, sebenarnya ada satu korban longsoran batu lainnya. "Ada satu ibu-ibu, posisinya jauh di atas rombongan, dia terpental masuk jurang tapi gak dalam, dia hanya mengalami memar di tangannya," ungkap Hendri.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/1308gunung-semeru-puncak-mahameru_20150813_105039.jpg)