Berita Madiun

Sebelas Perguruan di Madiun Ramaikan Festival Pencak Silat

Bupati Madiun Muhtarom meminta pencak silat harus dilestarikan karena sebagai warisan budaya dan ciri khas Bangsa Indonesia yang diakui dunia.

Sebelas Perguruan di Madiun Ramaikan Festival Pencak Silat
Surya/sudarmawan
Bupati Madiun Muhtarom menabuh gong tanda dimulainya festival silat tradisional di Pendopo Kabupaten, Selasa (11/8/2015). 

SURYA.co.id | MADIUN - Sebanyak 11 Perguruan Pencak Silat di wilayah Kabupaten Madiun meramaikan Festival Pencak Silat Seni yang diselenggarakan Pemkab Madiun di Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun, Selasa (11/08/2015).

Mereka bakal meramaikan berbagai kategori dan kreteria dalam festival itu mulai dari peragaan jurus hingga bentuk kategori lainnya.

Kesebelas perguruan pencak silat itu adalah Persaudaraan Setia Hati Terate, Persuadaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo, dan Persaudaraan Setia Hati Tuhu Tekad.

Kemudin IKS Kera Sakti, Ki Ageng Pandan Alas, dan Tapak Suci.

Selanjutnya, Pro Patria, Persinas ASAD, Merpati Putih, Pagar Nusa, dan Cempaka Putih.

"Festival ini harus terus dibina agar dapat menyalurkan aspirasi seluruh perguruan pencak silat di Madiun sekaligus mewujudkan Madiun sebagai Kampung Pesilat dalam berbagai bentuk seni pengembangannya agar bisa dibanggakan Madiun sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur," ujar Ketua IPSI Kabupaten Madiun, Puji Wahyu Widodo, Selasa (11/08/2015) di sela-sela paska memeragakan berbagai jurus bersama para sesepuh perguruan tinggi yang ikut.

Bupati Madiun Muhtarom meminta pencak silat harus dilestarikan karena sebagai warisan budaya dan ciri khas Bangsa Indonesia yang diakui dunia.

Salah satu upaya pelestarian itu diantaranya adanya Festival Pencak Silat Seni yang dijadikan agenda rutin bersamaan hari jadi Kabupaten Madiun ke-447.

"Ini demi persatuan dan kesatuan diantara perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Madiun sekaligus memfungsikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar mampu menjaring semua atlet olah raga lantaran selama ini belum maksimal ditangani," ungkapnya.

Selain itu, Muhtarom berjanji bakal memberikan hadiah bagi atlet pencak silat.
Rinciannya bagi yang meraih medali emas tingkat Propinsi Jatim akan diberikan hadiah sebesar Rp 20juta, yang meraih medali perak akan diberikan sebesar Rp 10 juta serta yang bisa menjadi juara Nasional akan diberikan hadiah berangkat Umroh.

"Kami minta KONI bekerja maksimal mengatur manajemen dan mengelola secara profesional para atlet agar tak menjadi julukan organisasi papan nama. Apalagi di Madiun gudangnya organisasi pencak silat. Kami minta Dinas Pendidikan bekerja sama dengan KONI dan elemen lainnya menggali potensi yang ada agar atlet pencak asal Madiun bisa eksis di tingkat nasional," pungkasnya.

Penulis: Sudarmawan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved