Berita Ngawi
Pasar Walikukun Kebakaran, Sisa Barang Dagangan Malah Dijarah
"Kami berharap, Pemkab Ngawi segera merehabilitasi bangunan pasar yang ludes terbakar termasuk kios kami itu," pungkasnya.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Yuli
SURYA.co.id | NGAWI - Setelah terbakarnya Pasar Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi semakin banyak pedagang yang mengeluh.
Selain kehilangan mata pencaharian, mereka juga mengeluhkan modal dagangannya ludes terbakar. Apalagi, sisa barang dagangan yang berhasil diselamatkan dalam kebakaran, Jumat (31/07/2015) malam itu, banyak dijarah orang-orang tak bertanggung jawab.
Namun para pedagang hanya bisa pasrah dengan musibah yang menimpahnya itu lantaran tak bisa berbuat banyak menyelamatkan barang dagangan mereka. Apalagi, bangunan dan barang dagangan hampir tak ada yang tersisa. Mereka hanya bisa memandangi puing-puing kios bangunan usaha mereka yang tinggal arang itu.
"Kan semalam kami panik semua. Jadi tak bisa menjaga sisa barang dagangan sepenuhunya. Apalagi, banyak warga yang mengerumuni lokasi kebakaran dan tempat pengamanan sisa barang dagangan. Jadi banyak yang hilang karena saat itu semua warga dan pedagang bercampur. Musibah ini membuat modal kami ludes terbakar," terang Tri Wahyuningsi salah seorang pedagang Pasar Walikukun yang menjadi korban kebakaran kepada Surya, Sabtu (1/8/2015) sambil memandingi kiosnya.
Oleh karenanya, kata Yuni bakal susah untuk membangun usaha baru, jika tak ada modal pinjaman dari bank. Alasannya, semua barang dagangan habis dijarah orang tak bertanggung jawab.
"Mau bagaimana? Semua sisa barang dagangan habis banyak yang rusak dan banyak yang di jarah orang. Sedangkan modal kami sudah habis. Mau usaha apalagi. Kami kehilangan pekerjaan," imbuhnya.
Kondisi yang sama disampaikan, korban kebakaran lainnya, Istijab. Dirinya mengaku sangat bersedih dan kebingungan. Alasannya, kehilangan mata pencaharian satu-satunya sebagai pemilik kios di Pasar Walikukun itu.
"Semalam memang ada sisa barang dagangan kami yang bisa diselamatkan. Tapi, sejak pagi tadi tak ada sisa barang dagangan karena hilang dijarah orang-orang yang berpura-pura menolong semalam," pungkasnya.
Oleh karenanya, kata Istijab pihaknya dan pedagang lainnya akan meminta bantuan Pemkab Ngawi. Apalagi, kebakaran yang diduga disebabkan hubungan arus pendek (korsleting) aliran listrik di kios pedagang kedelai itu, tak menyisahkan apa pun.
"Kami berharap, Pemkab Ngawi segera merehabilitasi bangunan pasar yang ludes terbakar termasuk kios kami itu," pungkasnya.