Senin, 20 April 2026

Tempo Doeloe

Peter Carey seperti Kerasukan Saat Teliti Pangeran Dipanagara

Selama lebih dari 40 tahun dalam hidupnya, Peter Brian Ramsey Carey, sejarawan asal Inggris bergelut dengan masyarakat Jawa.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Yuli
wiwit purwanto
Peter Carey, sejarawan asal Inggris yang mendalami sepak terjang Pangeran Diponegoro atau Dipanagara saat di kantor Harian SURYA, Kamis (30/7/2015). 

Berikutnya adalah fokus dan terus menerus ini bisa membuat persentuhan dengans emua orang yang terlibat dalam sejarah itu.

Ia mengibaratkan saat ini baru Pangeran Diponegoro yang ia teliti, padahal di Indonesia terdapat sekitar 259 pahlawan nasional yang masing masing memiliki sejarah . “Nah di Jawa ini gudangnya sejarah, kalau kita tidak bisa membaca sejarah berarti kita ini buta,” tukasnya.

Peter Carey, sejarawan asal Inggris yang dikenal sebagai peneliti secara detil kehidupan dan sepak terjang Pangeran Diponegoro, Kamis (30/07/2015) menyempatkan mampir ke kantor redaksi Harian Surya.

Pria berusia 67 tahun yang memiliki nama lengkap Peter Brian Ramsey Carey ini berencana akan menelisik lebih jauh keterkaitan sejumlah pahlawan dan tokoh nasional yang berada di Surabaya dengan kehidupan Pangeran Diponegoro. “Salah satunya adalah Dr Soetomo, saya akan berkunjung ke makamnya nanti,” kata Peter .

Siapa dan sejauhmana keterkaitan Dr Soetomo dengan Pangeran Diponegoro ini, peter enggan merinci lebih jauh, tapi sekilah ua mengatakan jika Dr Soetomo yang makamnya ada di jalan Bubutan Surabaya ini masih ada hubungan dengan Pangeran Diponegoro karena sama sama berasal dari Madiun. “Ada kaitannya dengan keluarga Sentot,” tukasnya.

Selain berkunjung ke makam Dr Soetomo, Peter berencana juga akan mengunjungi rumah HOS Cokroaminoto di Jalan Peneleh Surabaya dan makam WR Supratman di Jalan Kenjeran. Peter rencananya juga akan menjadi narasumber pada seminar tentang kehidupan dan sejarah Pangeran Diponegoro yang akan digelar di STKIP PGRI Sidoarjo, Jumat (31/07/2015).

Peter sendiri saat ini aktif mengajar sejarah di Universitas Indonesia, ia tertarik untuk meneliti tentang sepak terjang kehidupan Pangeran Diponegoro dimulai sejak Tahun 1970. Menurutnya penelitian dan sejarah adalah sebuah warisan bagi suatu bangsa agar tidak luntur.

“Bagi saya meneliti dan menulis tentang Pangeran Diponegoro sebagai warisan bagi bangsa Indonesia, agar sejarah itu tidak luntur,” kata pria yang lahir di Rangoon, Myanmar 30 April 1948.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved