Erupsi Gunung Raung
Garuda Gagal Mendarat Akibat Mobil PMK Nongkrong di Runway
#JEMBER - Gara-garanya, sebuah mobil pemadam kebakaran milik Bandara Notohadinegoro masih 'nangkring' di atas landasan pacu (runway).
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
SURYA.co.id, JEMBER - Pesawat ATR 72-600 milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia harus balik kucing ke Bandara Internasional Juanda saat sudah berada di atas langit Probolinggo, Selasa (21/7/2015).
Kembalinya pesawat yang hendak menuju Bandara Notohadinegoro Jember itu bukan karena abu Gunung Raung seperti yang terjadi selama sepekan terakhir.
Gara-garanya, sebuah mobil pemadam kebakaran milik Bandara Notohadinegoro masih 'nangkring' di atas landasan pacu (runway).
Akibatnya, pesawat berkapasitas 70 penumpang itu harus kembali ke Juanda dan menunggu hingga landasan pacu 'clear'.
Peristiwa ini terjadi akibat mobil pemadam itu mogok. Selama dua hari terakhir, mobil pemadam dikerahkan untuk membersihkan abu vulkanik Gunung Raung dari landasan pacu. Sebab mulai Minggu (19/7/2015), bandara sudah bisa beroperasi setelah tutup selama sepekan penuh. Penutupan itu akibat bandara diguyur abu Raung.
Meskipun sudah dibuka dan beropeasi kembali, abu Raung masih menyisakan masalah karena masih tertinggal di landasan pacu. Terkait hal itu, Kementerian Perhubungan meminta pihak bandara membersihkan abu dari landasa.
Walhasil pihak bandara kerja keras untuk membersihkan debu. Petugas mengawalinya dengan cara meniup abu memakai kompresor, kemudian menyiramkan air melalui mobil pemadam kebakaran. Sayangnya, mobil itu mogok.
Mobil sempat mogok saat pembersihan, Senin (20/7/2015) namun tidak sampai menunda penerbangan. Namun lain cerita dengan Selasa (21/7/2015) pagi.
Pembersihan dilakukan mulai pukul 08.00 wib. Dan sejatinya, mobil pemadam harus keluar dari area landasan pukul 09.00 wib, karena Garuda hendak landing pukul 09.50 wib.
'Tetapi mobil mogok, sehingga langsung kami kabarkan kepada maskapai," ujar Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Jember Edy Purnomo. Saat mobil mogok, pesawat kadung sudah mengudara.
Dan sesampainya di atas langit Probolinggo, mobil pemadam masih berada di tengah landasan dan masih dalam proses penarikan keluar. Akibatnya pilot memutuskan untuk memutar balik pesawat ke Juanda lagi.
Barulah setelah landasan pacu 'clear' dari mobil pemadam, Garuda kembali terbang dan berhasil mendarat sekitar pukul 11.15 wib. Pesawat kembali melakukan take off ke Juanda dari Jember pukul 11.52 wib.
'Alhamdulillah berjalan lancar. Pesawat terbang lagi pukul 11.52 wib," imbuh Edy.
Edy menambahkan, pihaknya memang terus melakukan pembersihan di landasan pacu. Sampai hari ini, landasan pacu masih belum bersih seratus persen. Karenanya, pihaknya setiap hari membersihkan landasan, sampai dinyatakan bersih dari abu Raung.
Pembersihan berjalan lama karena pihaknya hanya memakai kompresor dan dilanjutkan dengan penyiraman. Sayangnya, dalam mobil pemadam kebakaran milik bandara masuk angin sehingga mogok.