Berita Madiun
Puluhan Desa di Madiun Terancam Kekeringan
Kekeringan terparah terjadi di enam desa di tiga kecamatan yakni Desa Bulu dan Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Desa Tawangrejo.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Parmin
SURYA.co.id | MADIUN - Sedikitnya 29 desa di lima wilayah kecamatan di Kabupaten Madiun terancam mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang tahun ini. Puluhan desa itu selama ini dikenal sebagai daerah rawan kekurangan air bersih saat musim kemarau.
Ke-29 desa rawan air bersih itu di antaranya di Kecamatan Balerejo ada 9 desa, di Kecamatan Pilangkenceng ada 6 desa, di Kecamatan Gemarang ada 6 desa, di Kecamatan Wonoasri ada 6 desa, dan di Kecamatan Saradan ada 3 desa.
Namun kekeringan terparah terjadi di enam desa di tiga kecamatan yakni Desa Bulu dan Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Desa Tawangrejo, Batok dan Desa Nampu, Kecamatan Gemarang.
Selain itu di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.
"Itu data rawan berdasarkan data disampaikan masing-masing desa dan kecamatan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Madiun," terang Kepala BPBD Pemkab Madiun, Edy Hariyanto, Kamis (09/07/2015).
Untuk mengantisipasi masa kekeringan panjang hingga Nopember 2015 itu, BPBD Pemkab Madiun akan mengajukan bantuan kiriman air bersih, pembangunan tandon air, dudukan dan tandon air serta melaksanakan kerjasama dengan PDAM Kabupaten Madiun untuk melaksanakan pengiriman air bersih.
"Kami persiapkan pengiriman air bersih 157 rit truk tangki jika ada permintaan kekurangan air bersih untuk konsumsi," tegasnya.
Selain itu, BPBD Pemkab Madiun juga sudah menyiapkan Surat Keputusan (SK) Bupati Madiun mengenai kekeringan panjang Tahun 2015 itu.
"Kami pun bekerjasama dengan desa, kecamatan TNI, Polri dan PDAM maupun instansi lainnya untuk mengatasi masalah kekeringan di musim kemarau panjang berdsarkan prediksi dan ramalam BMKG yang disampaikan ke BPBD itu," pungkasnya.