Kereta Api
50 KA Melintas Dekat Pasar Atom, Daops 8 Tak Bisa Cegah
#SURABAYA - Ada setidaknya 50 kereta api yang lalu lalang melintasi Jalan Raya Bunguran dekat Pasar Atom, Surabaya.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Ada setidaknya 50 kereta api yang lalu lalang melintasi Jalan Raya Bunguran dekat Pasar Atom, Surabaya. Tidak jauh dari lokasi jalan ini terdapat Stasiun Semut, stasiun awal kereta api di Surabaya.
Akibat padatnya jadwal kereta api di jalur ini, lalu lintas di jalan raya ini menjadi macet. Sebab, lintasan kereta ini melintang membelah jalan. Sampai kapan pun, simpul macet ini akan terus dirasakan.
Sebab, PT KAI sendiri tidak mungkin mengurangi atau mengalihkan lalu lintas KA di jalur tersebut.
"Tidak bisa dikurangi karena lokasi merupakan lokasi masuknya sinyal utama kereta melintas di rel Surabaya," terang Humas Daop 8 PT KAI Sumarsono saat ditemui, Selasa (7/7/2015).
Jalur KA yang melintang di jalan raya tersebut merupakan areal terusan Stasiun Semut. Semua kereta lokal sepeti Penataran dan Doho semua berangkat dari stasiun ini. Selain itu, di stasiun ini juga tempatr cucian seluruh kereta bersama gerbangnya.
Tidak sampai 30 menit selalu mondar-mandir kereta di jalur ini. Tidak hanya kereta lokal, KA Gaya Baru sebanyak empat pemberangkatan dan kepulangan melalui stasiun ini. Begitu juga kereta yang lain seperti KA Bima, Mutiara, dan bahkan kereta eksekutif Turangga atan Sancaka juga berangkat dari situ.
"Stasiun itu juga tempat menyusun setiap rangkain gerbong. Jadi tidak bisa kami mengurangi keberangkatan mereka. Perlintasan ini di dalam sinyal masuk wilayah stasiun. Lalu lalang kereta berpangkal dari Stasiun Semut," kata Sumarsono.
Jalan raya menjadi sangat macet karena sepanjang kurang lebih 1,5 km menjadi jalur lalu lalang kereta. Setiap 20 menit selalu lewat kereta baru. Ada yang datang dan ada yang baru berangkat. Karena macet, muncul polemik duluan mana jalan sama kereta. Kereta sendiri di stasiun Semut melintas sejak 1880.
Masalah kemacertan bukan otoritas KAI. Sumarsono menuturkan bahwa Daop 8 hanya mengurusi masalah operasional KA. Pihaknya menyediakan rambu-rambu dan palang pintu. Masyarakat diminta hati-hati melintas di perlintasan rel kereta.