Senin, 27 April 2026

Berita Magetan

Jelang Idul Fitri, Pesanan Kerajinan Anyaman Bambu Magetan Meningkat

"Yang naik hanya keranjang buah dan parcel, lain belum perlu. Itu untuk memberi tambahan gaji karyawan. Masalahnya kerajinan anyaman belum ada alat me

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni
Surya/Doni Prasetyo
Pekerja rumah bambu, sebutan untuk rumah produksi kerajinan bambu milik Suparno, warga Desa Ringinagung, Kecamatan/Kabupaten Magetan mayoritas kaum muda usia SMA dan lulusan SMA. Untuk mengisi liburan sekolah, mereka berkarya di rumah bambu. 

Pesanan juga mencapai ribuan buah sekali kirim. Tapi permintaan kedua negara itu sekitar setahun lalu berhenti tanpa ada kelanjutan.

"Pengiriman ke negara Oman dan Dubai itu rutin sampai kira kira enam bulan. Setiap bulannya, sekali kirim bisa ribuan buah kerajinan anyaman bambu. Tapi tidak jelas, permintaan dari kedua negara itu berhenti tanpa pemberitahuan,"kata Suparno seraya mengatakan awal pesanan dari manca negara itu dimediatori pejabat di Jakarta era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya lupa nama pejabat itu. Karena hanya sekali ketemuan, setelah itu ada orangnya yang kesini, namanya Sunardi. Saya tidak tahu Pak Sunardi juga tidak pernah nyambung lagi,"ujarnya.

Suparno berharap, Pemerintah Kabupaten Magetan bisa ikut memasarkan produk kerajinan anyaman bambu khas Magetan yang digeluti ini ketingkat nasional, syukur bisa ke manca negara.

"Kalau Pemda mau ikut memasarkan kerajinan hasil karya warga Magetan ini, Insya tentunya kerajinan anyaman bambu bisa lestari dan tentunya mengurangi pengangguran yang semakin meningkat ini,"pungkas Suparno.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved