Polrestabes Surabaya
Jelang Lebaran, 180 Polwan Berjilbab Bertebaran di Belasan Mal
Polwan yang berjaga juga harus memeringatkan pengunjung yang lengah dengan barang bawaannya, harus diingatkan agar tidak menjadi korban kejahatan.
Penulis: M Taufik | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Memasuki pertengahan bulan Ramadan, aktivitas warga di pusat-pusat perbelanjaan di Surabaya mulai meningkat.
Demi mengantisipasi kerawanan, Polrestabes Surabaya menyebar 180 polwan ke semua Mal di Kota Pahlawan.
Di Surabaya, terhitung ada 18 mal yang bakal mendapat penjagaan khusus dari Pam Obvit Polrestabes Surabaya.
Terhitung mulai sekarang hingga lebaran nanti, setiap mal bakal ditempatkan 6-8 orang personil polwan berjilbab.
Tugasnya, untuk memantau kondisi mal dan bertindak cepat jika sewaktu-waktu terjadi tindak kriminalitas.
Para polwan yang kebagian tugas di mal dibagi menjadi dua sift. Pertama pukul 11.00 sampai 16.00.
Sedangkan shift kedua pukul 16.00 hingga pukul 22.00 WIB.
"Mereka harus melaporkan setiap hal di mal yang dijaga. Terutama, kejadian-kejadian menonjol yng ada," kata AKBP Minarti, Kasat Pam Obvit Polrestabes Surabaya saat menggelar pengamanan di Royal Plaza, Selasa (30/6/2015).
Misalnya saat terjadi kepadatan di sebuah titik, polwan itu harus mendatangi titik tersebut untuk mengatur kondisi yang ada, serta mengimbau pengunjung mal agar tetap waspada dengan barang bawaannya.
Seperti yang dilakukan di Royal Plaza, para polwan itu berkeliling ke semua sudut mal. Mereka berkomunikasi dengan pedagang emas serta pedagang-pedagang lain di sana. Serta, berbincang dengan para pengunjung.
Saat itu, sempat ada pengunjung yang nyaris kehilangan barang bawaannya karena kurang waspada, untungnya ada polwan melihat tas yang nyaris tertinggal itu, kemudian diberitahukan.
Polrestabes Surabaya sengaja memilih polwan untuk berjaga di mal, karena pengunjung mal mayoritas adalah perempuan.
Dengan itu, diharap bisa lebih mudah membaur untuk memberikan sosialisasi kepada pengunjung mal.
"Polwan yang berjaga juga harus memeringatkan pengunjung yang lengah dengan barang bawaannya, harus diingatkan agar tidak menjadi korban kejahatan,” tuturnya.
Upaya menempatkan personil di mal itu, menurut Minarti, dilakukan polisi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/polwan-berjilbab-polrestabes-surabaya-berbincang-dengan-pengunjung-royal-plaza_20150630_185424.jpg)