Sabtu, 18 April 2026

59 Tahun Penerbangan TNI AL

Pangkalan Udara Karya Terbaik Bangsa menuju Poros Maritim Dunia

Pangkalan udara ini berkembang untuk pelayanan nonmiliter sehingga muncul Bandar Udara internasional Juanda seperti saat ini.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
LUMPUHKAN SEPARATIS - Sejumlah pasukan khusus Satuan Pasukan Katak (Satkopaska) TNI-AL dan prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir TNI AL melakukan parameter tempur dalam demonstrasi gangguan objek vital di Apron Hanggar Lanudal Juanda, Senin (15/6). Demonstrasi tersebut bagian dari gladi bersih HUT Puspenerbal ke-59 yang jatuh pada Rabu (17/6/2015). 

Tema HUT Penerbal ke-59, Dengan Semangat Dharma Jalakaca Putra, Penerbangan TNI Angkatan Laut Bertekad Membangun Kekuatan Yang Berkelas Dunia Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia.

Penyematan brevet ini merupakan puncak rangkaian HuT Penerbal tahun ini. Sebelum menerima brevet, KSAL menjalani pemeriksaan kesehatan, disusul bergabungnya orang nomor satu di TNI AL itu pada penerbangan Heli Bell Nomor Lambung HU-420 dengan pilot Mayor Laut (P) Triwibowo.

KSAL terbang sekitar 28 menit dengan ketinggian 500 kaki di atas permukaan laut. Selanjutnya, heli landing dan diapit dua unit pesawat latih Bonanza. Turun dari heli, KSAL menerima penyematan brevet oleh Dan Puspenerbal.

Kemudian dilanjutkan dengan Peresmian Museum Penerbangan TNI AL Juanda dan peresmian Gedung Jalasenastri Korcab I Puspenerbal Gabungan Mabesal di Juanda. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved