59 Tahun Penerbangan TNI AL
Pangkalan Udara Karya Terbaik Bangsa menuju Poros Maritim Dunia
Pangkalan udara ini berkembang untuk pelayanan nonmiliter sehingga muncul Bandar Udara internasional Juanda seperti saat ini.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Penerbangan TNI Angkatan Laut (AL) saat ini telah memasuki usianya yang ke-59 tahun. Selama setengah abad lebih ini, penerbangan AL telah sepenuhnya mendharmabaktikan untuk bangsa dan negara demi terwujudnya poros maritim dunia.
Puncak ulang tahun Penerbangan TNI AL akan digelar di Pusat Penerbangan AL Juanda, Rabu (17/6) hari ini.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi akan hadir langsung. Bahkan dia akan diangkat sebagai warga kehormatan Penerbangan Angkatan Laut (Penerbal).
Pengukuhan bersamaan penyematan brevet Penerbal oleh Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Dan Puspenerbal) Laksamana Pertama TNI Sigit Setiyanta, di Hanggar Lanudal Juanda. Puncak hari Penerbangan Laut itu digelar di Pangkalan Udara Juanda dengan digelar berbagai atraksi udara.
Pangkalan Udara yang berlokasi di Juanda, Sedati, Kecamatan Waru, Sidoarjo tersebut merupakan pangkalan udara AL karya terbaik bangsa. Satu-satunya pangkala udara yang dirancang dan dibangun oleh bangsa Indonesia sendiri. Semula untuk kepentingan militer.
Namun dalam perkembangan era dan dinamikanya, pangkalan udara AL ini makin dinamis. Tidak hanya untuk kepentingan militer, namun pangkalan udara ini berkembang untuk pelayanan nonmiliter sehingga muncul Bandar Udara internasional Juanda seperti saat ini.
Bandara Internasional Juanda yang kini makin berkembang tidak lain adalah karya terbaik putra bangsa. Bandara ini merupakan milik TNI AL dengan operatornya PT Angkasa Pura. Sejak kelahirannnya pada 17 Juni 1956, pengabdian pangkalan udara AL kepada negeri tiada henti .
Berbagai tugas operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) telah sukses diemban dari pangkalan udara ini. Sebuah pangkalan udara yang koordinasinya di bawah Pusat Penerbangan AL (Puspenerbal). Termasuk Bandara Juanda di bawah koordinasinya.
"Pangkalan udara AL ini sukses dalam mengemban operasi mulai pembebasan Irian Barat, Trikora, Seroja (Timtim), sampai bantuan kemanusiaan tsunami Aceh hingga terakhir sukses dalam mengevakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501," kata Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Sigit Setiyanta, Rabu (16/5).
Jatuhnya pesawat AirAsia, TNI AL mengerahkan unsur kapal perang, marinir, Kopaska, dan unsur udara untuk melaksanakan SAR. Saat evakuasi, Puspeberbal sendiri menyiapkan Base Ops TNI Lanudal Juanda sebagai posko penerimaan jennazah.
Di usianya yang melebihi setengah abad itu, Puspenerbal bertekad membangun kekuatan penerbangan AL berkelas internasional. "Kami dan semua jajaran siap merealisasikan Indonesia sebagai Poros Maritim. Kamilah garda depannya," kata Sigit.
Saat ini Puspenerbal telah didukung alut sista yang komprehensif. Mulai Heli Super Puma NAS-332. Heli Alloute II, Heli NBell-412, sampai Heli Latih Colibri EC-120 B. Selain itu ada juga Heli AKS Panther AS 365.
Pesawat Grand Commander 500. Pesawat Buffalo DHC-5D. Kemudian pesawat katih Bonanza Beechraft G36. Ada juga pesawat latih canggih tahap lanjut King Air C90 GTx.
Alut Sista Penerbangan TNI AL memperoleh tambahan 2 unit pesawat angkut sedang, Buffalo DHC-5D. Kemudian ditambah dua unit pesawat Casa NC-212 dari Abu Dhabi. Ditambah 20 unit pesawat patroli maritim Nomad N-22/N24 dari Australia. Dan masih masih lagi pesawat udara canggih lainnya untuk memperkuat TNI AL.
"Kami juga selalu menyiapkan pasukan dan anggota terdidik dan handal. Khusus untuk merealisasikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, pengamanan dan pengamatan laut selalu siaga. Mulai mencegah illegal fishing sampai ancaman maritim lainnnya," tambah Sigit.
Tema HUT Penerbal ke-59, Dengan Semangat Dharma Jalakaca Putra, Penerbangan TNI Angkatan Laut Bertekad Membangun Kekuatan Yang Berkelas Dunia Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia.
Penyematan brevet ini merupakan puncak rangkaian HuT Penerbal tahun ini. Sebelum menerima brevet, KSAL menjalani pemeriksaan kesehatan, disusul bergabungnya orang nomor satu di TNI AL itu pada penerbangan Heli Bell Nomor Lambung HU-420 dengan pilot Mayor Laut (P) Triwibowo.
KSAL terbang sekitar 28 menit dengan ketinggian 500 kaki di atas permukaan laut. Selanjutnya, heli landing dan diapit dua unit pesawat latih Bonanza. Turun dari heli, KSAL menerima penyematan brevet oleh Dan Puspenerbal.
Kemudian dilanjutkan dengan Peresmian Museum Penerbangan TNI AL Juanda dan peresmian Gedung Jalasenastri Korcab I Puspenerbal Gabungan Mabesal di Juanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pasukan-khusus-satuan-pasukan-katak-satkopaska-tni-al_20150616_001005.jpg)