Peristiwa Surabaya
Kejam, DJ Adit Diseret Dari Mobil, Lalu Kepalanya Dikepruk Batu
Melihat korban tak berdaya, Gondrong mengambil audio di milik korban yang berada di bagasi belakang mobilnya.
Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Dari sejumlah adegan yang diperagakan para tersangka kasus pembunuhan terhadap Aditya Wahyu Budi Hartanto, paling sadis adalah adegan ke-4.
Saat tersangka Rizki Topan alias Gondrong selaku keamanan balap liar menyeret Adit keluar dari dalam mobilnya.
Korban dalam kondisi tertelungkup, kaki kirinya sempat di mobil ketika diseret keluar.
Sejurus kemudian, Gondrong memukul Adit yang sudah tergeletak. Kemudian, dia mengambil paving di tepi jalan dan batu paving itu lantas dihantamkan ke leher bagian belakang kepala Adit.
Melihat korban tak berdaya, Gondrong mengambil audio di milik korban yang berada di bagasi belakang mobilnya. Audio itu lantas diserahkan ke tersangka Bayu Gunawan.
Tak puas dengan itu, Gondrong kembali mendekati Adit. Kai ini, dia melucuti jam tangan yang dikenakan korban dan langsung dimasukkan ke dalam sakunya sendiri.
Lalu, Gondrong juga mengambil handphone milik Adit kemudian diserahkan kepada tersangka Faizal alias Ember.
Penganiayaan juga dilakukan oleh Ember. Pada reka ulang ini, Ember memeragakan aksinya mengambil sebuah kayu yang terselip di tiang telpon di Gang Ratna Timur, untuk dipakai menyerang Adit.
Demikian halnya tersangka Bayu Gunawan, juga mengambil sebuah batu besar dan langsung melemparkan batu tersebut ke kepala Adit. Batu diambil, dan kembali dihantamkan ke kepala korban.
Tersangka Riski alias Mbah, juga memeragakan aksi perusakan terhadap mobil korban.
Pemuda ini sempat mengambil batu besar dan menghantamkan batu tersebut ke kaca mobil. Dan dia sempat menendang pintu belakang mobil korban menggunakan kakinya.
Usai menganiaya korban dan melucuti barang berharganya, empat tersangka itu kabur meninggalkan lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motor menuju arah AJBS.
Menurut Kasat Reskrim, selain empat tersangka utama ini masih ada beberapa pelaku lain dalam penyerangan terhadap DJ Adit.
Petugas sudah mengantongi nama-nama tersebut dan sudah memasukkannya ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
Aditya adalah mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang nyambi bekerja sebagai DJ. Anak tunggal dari pasangan suami istri almarhum Susanto dan Chindar Prihatin tersebut selama ini tinggal berdua bersama ibunya yang sudah berusia 56 tahun di rumahnya di jalan Rempang, Kompleks perumahan TNI AL di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/1106aditya-wahyu-dibunuh2_20150611_152119.jpg)