Pamit Beli Roti Mbah Lasimin Gantung Diri
Sebenarnya korban tidak sakit. Malah orangnya suka banyol (melawak). Kami tak tahu kenapa korban gantung diri menggunakan kain sarung
Penulis: Sudarmawan | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | PONOROGO - Puluhan warga Dusun Sambeng, Desa Bringin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, dihebohkan hilangnya Mbah Lasimin (70) warga RT 4 RW 1 desa setempat, sejak Senin (13/4/2015).
Mbah Lasimin akhirnya ditemukan warga sudah tidak bernyawa dalam kondisi leher terjerat kain sarung dan sudah tidak bernyawa di tepian sungai di rerimbunan bambu di belakang rumahnya, Selasa (14/4/2015).
Awalnya, korban berpamitan ke istrinya, Mbok Paijem (60), Senin (13/4/2015), sekitar pukul 09.00 WIB untuk membeli roti ke toko yang berada di dekat sekolah. Tanpa curiga, istrinya memberikan izin karena tak menduga jika suaminya akan nekat gantung diri.
Paska Magrib, korban belum pulang. Paijem dan anaknya mencari korban kesana-kemari dengan bertanya-tanya ke keluarga terdekat hingga ke semua warga sekitar. Spontan warga ikut mencari korban. Hingga Selasa (14/4/2015), pukul 00.00 WIB, korban tak kunjung ditemukan.
"Sebenarnya korban tidak sakit. Malah orangnya suka banyol (melawak). Kami tak tahu kenapa korban gantung diri menggunakan kain sarung setinggi dua meter. Atau memang karena tanggul miring, korban terpeleset dan melorot kain sarung yang digunakan mengikat lehernya menariknya hingga meninggal kami pun tak tahu," terang Kepala Desa Bringin,Purwito kepada Surya, Selasa (14/4/2015).
Sementara Kaposlek Sumoroto Kompol Suharto menegaskan, pihaknya menduga korban memiliki riwayat penyakit. Apalagi, usianya sudah tua. "Tapi hasil visum luar tim medis dan tim identifiaksi tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban murni bunuh diri gantung diri. Paskaolah TKP, jenazah kami serahkan ke keluarga untuk disemayamkan," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA