Terminal Mirah Tanjung Perak Khusus Bongkar - Muat Mobil
Terminal Mirah Pelabuhan Tanjung Perak hanya fokus untuk bongkar muat (B/M) kapal-kapal roro yang mengangkut mobil.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA – Terminal Mirah Pelabuhan Tanjung Perak hanya fokus untuk bongkar muat (B/M) kapal-kapal roro yang mengangkut mobil. Zonanisasi ini dilakukan terkait penataan dan rencana kerja PT Pelindo II (Persero) Cabang Tanjung Perak yang sudah dicanangkan sejak April 2014 silam.
Humas PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Perak, Dhany Agustian, dalam siaran pers yang dikirim melalui e-mail, mengatakan penataan Terminal Mirah untuk B/M barang otomotif ini dilakukan secara bertahap selama setahun lebih.
“Selama penyempurnaan zonanisasi, fungsi terminal ini tetap berjalan. Sepanjang 2013 sampai September 2014 ini Terminal Mirah sudah menjadi lokasi B/M untuk 3.257 unit mobil,” kata Dhany, Rabu (3/9/2014).
Sebelumnya, pelayanan B/M mobil ditangani anak perusahaan Pelindo III, yaitu PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (PT BJTI). Dhany menuturkan berdasarkan keputusan manajemen Pelindo III, akhirnya layanan B/M otomotif dikelola langsung PT Pelindo III dan ditempatkan di Terminal Mirah.
Pelindo III Tanjung Perak pun akan membentuk Satuan Foreman Khusus (SATFORSUS) yang bertugas untuk meningkatkan produktivitas B/M, tidak hanya di Terminal Mirah, tapi juga di Terminal Nilam maupun Jamrud.
“SATFORSUS ini akan dilatih secara khusus agar aktivitas B/M menjadi lebih cepat dan tetap mengutamakan factor keamanan,” ujarnya.
Selain difokuskan untuk B/M mobil, Terminal Mirah Tanjung Perak juga dikhususkan untuk B/M general cargo dan offshore. Deputy GM Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Bambang Hasbullah, menambahkanpenataan Terminal Mirah untuk menjadi terminal B/M mobil akan dilakukan sampai 2016.
“Akan ada pengadaan marka dan rambu jalan di dalam terminal. Juga, kami akan membangun gedung mobil untuk penyimpanan pasca-B/M sebelum diangkut oleh masing-masing perusahaan otomotif yang bersangkutan,” tandas Bambang.