Kamis, 9 April 2026

Mega Skandal Pembocor Unas

Siswa Berprestasi Pun Tergoda Kunci Jawaban Unas

Penuturan Karin menguatkan cerita tradisi pebocoran soal dan kunci jawaban unas di Lamongan yang diduga sudah berlangsung sejak 2009.

SURYA Online, LAMONGAN - Karin bicara blak-blakan tentang pengalamannya mengikuti ujian nasional (unas) SMA tahun 2012.

Penuturan Karin pun makin menguatkan cerita tradisi pebocoran soal dan kunci jawaban unas di Lamongan yang diduga sudah berlangsung sejak 2009.

Gadis yang tinggal di Babat Lamongan ini bersedia bicara blak-blakan.

Syaratnya nama aslinya tidak muncul karena khawatir ekses buruk pada dirinya.

Surya kemudian memberinya panggilan Karin. Gadis berusia 19 tahun ini setuju dan cerita pun dimulai.

Karin sebenarnya tergolong siswi berprestasi di sekolahnya, SMAN 1 Babat.

Nilai rapornya selalu di atas rata-rata. Tapi untuk mengikuti ujian nasional, ia tetap merasa perlu persiapan.

Ia ikuti les yang digelar sekolahnya tanpa pernah absen. Di rumah ia juga menambah jam belajarnya.

“Saya sih inginnya percaya pada kemampuan sendiri. Jadi tidak terlalu percaya  rumor ada kunci jawaban,” tutur Karin.

Beberapa bulan menjelang unas, muncul rumor akan adanya bocoran kunci jawaban.

Rumor itu sudah menjadi obrolan Karin dan teman-temannya.  ”Saya tetap saya belajar. Ya niatnya usaha dulu lah,” tuturnya.

Cerita langsung langsung meloncat di hari H unas. Karin mendapat bocoran kunci jawaban pagi, sebelum unas hari pertama dimulai.

Bocoran itu diterimanya lewat pesan singkat (SMS). Segera saja, kunci jawaban itu ia salin.

Sampai di sekolah, sambil menunggu pintu ruang ujian dibuka, ia lebih dulu berkumpul dengan teman-temannya.

Mereka saling mencocokkan bocoran kunci jawaban yang diterimanya.

Ketika itu ada lima varian kunci jawaban. Itu sesuai dengan soal ujian yang memang terdiri  atas lima variasi.

“Waktu itu istilahnya paket, bukan variasi. Penamaan paket pakai huruf. Jadi ada paket soal A, paket soal B, sampai E,” tegasnya.

Para siswa, kata Karin, kemudian saling berkelompok untuk mencocokkan kunci jawaban.

Teman yang belum memiliki saat itu langsung mencatat. Kumpul berkelompok itu bisa otomatis terjadi. Sebab, siswa  sudah tahu nanti akan dapat paket soal yang mana.

“Sampai empat hari ke depan, kelompok paketnya ya tetap yang itu-itu saja,” terangnya. (ben/mg1)

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved