Jenang Procot Kelud
Saat Kelud meletus, Blitar relatif tak terdampak dibanding tetangganya. Warga Blitar meyakini hal tersebut tak lepas dari tuah jenang procot Kelud!
Oleh : Jevri Tri Ardiansah
Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang
Lega sudah ketika Kelud telah mengeluarkan amarahnya. Syukurlah Blitar tak terlalu parah terpapar debu vulkanik hasil letusan Kelud, dibanding Kediri, Malang, Surabaya, Yogyakarta yang terkena cukup parah. Konon, karena warga Blitar meyakini itu semua karena peran jenang procot.
Jenang procot, salah satu kuliner wong Blitar berbahan dasar tepung ketan, gula jawa atau gula merah dan santan yang dibuat menyerupai bubur sumsum. Bubur dicampur gula merah dengan kuah berwarna putih. Aroma pandan yang semerbak, menambah selera tiap insan yang menghidangkan kuliner ini.
Ketika Kelud mulai beraksi, jenang procot pun berperan. Masyarakat Blitar, utamanya di Kecamatan Srengat meyakini jenang procot akan melancarkan proses erupsi Kelud. Melalui sifat jenang procot yang licin dan kenyal, masyarakat Blitar meyakini hal tersebut akan memperlancar proses erupsi kelud di samping doa yang mereka panjatkan ke hadirat sang Khalik.
Ketika rumor Kelud akan meletus merebak, warga di sini ramai membuat jenang procot di sela mengamankan benda-benda penting jauh dari jangkaun lahar bila mendadak melabrak. Diakui atau tidak, jenang procot seolah menyemangati dan memberi harapan dengan cara-cara tradisional di luar nalar agar emosi Kelud segera mewujud.
Bagaimana jenang procot dibuat? Cukup sederhana dan tetap memperhatikan sisi tradisi. Ketan yang akan dipakai telah benar-benar kering kemudian ditumbuk sampai halus menjadi tepung ketan berkualitas. Tepung kemudian dijemur hingga kering sebelum dimasak dengan menambahkan air hingga menjadi bubur. Jika hampir matang, gula merah atau gula jawa dimasukkan dan bubur diaduk hingga matang.
Kini tinggal membuat kuah dari santan yang dicampur dengan sedikit garam dan daun pandan. Kuah diguyurkan di atas bubur dan siap disajikan disertai harapan, doa, dan niat agar amuk sang Kelud segera mereda setelah mengeluarkan semua emosinya.