Senin, 11 Mei 2026

Gadis Penghibur di Malang

Status Sosial Pemakai Ikut Tentukan Harga

Harga wanita panggilan langganan pejabat pasti lebih tinggi dibandingkan wanita panggilan umumnya.

Tayang:

NEWS ANALYSIS
RINEKSO MULIAKARTONO
KETUA PRODI MAGISTER SOSIOLOGI PASCASARJANA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

SURYA Online, MALANG - Sedangkan dari perspektif kedua, saya kira tidak ada perubahan motif.

Pria hidung belang hanya mencari kebanggaan dan kepuasaan. Jujur saja, para lelaki pasti akan lebih bangga bila bisa mencari wanita panggilan yang masih virgin.

Banyak pula pria hidung belang yang menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya.

Status sosial pemakai memang bisa mempengaruhi ‘harga’ wanita panggilan.

Harga wanita panggilan langganan pejabat pasti lebih tinggi dibandingkan wanita panggilan umumnya.

Gaya hidupnya pun lebih glamor dibandingkan wanita panggilan umumnya.

Tapi fenomena wanita panggilan yang masih duduk di bangku sangat berbeda.

Status sosial pemakai tidak penting. Toh mereka juga kadang tidak tahu pemakainya itu pejabat atau bukan.

Mereka hanya mengejar prestise sesaat, yaitu untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya.

Bila pemakainya adalah teman sekolah atau sebaya, motifnya sudah berbeda.

Siswi yang mau berhubungan badan dengan teman sekolah atau sebaya biasanya akibat pertumbuhan fase seksualitas yang lebih dini.

Tayangan televisi, perkembangan teknologi informasi, dan sebagainya bisa memicu perkembangan fase seksualitas lebih dini.

Fenomena seperti ini hanya bisa diputus dengan meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mengawasi anak.

Orang tua tetap menjadi pengontrol utama kehidupan anak-anaknya.

Biasanya fenomena ini terjadi karena orang tua jarang ada di rumah.

Atau bisa saja orang tua selalu di rumah, tapi kurang dekat dengan anak secara emosional.

Orang tua pasti mengetahui keuangan anak-anaknya. Orang tua harus memahami perubahan gaya hidup anak.

Bila anak-anaknya memiliki alat komunikasi seharga di luar kemampuannya, orang tua harus curiga.

Saya pernah melihat seorang siswi membawa empat ponsel. Saya hanya berkata dalam hati, ‘digunakan apa saja ponsel ini?’

Padahal seorang yang masih duduk di bangku sekolah, satu ponsel sudah cukup.

Tentu orang tua tidak bisa langsung vulgar bertanya kepada anak-anakaya.

Anak pun  pasti tidak akan mau jujur bila ditanya kehidupan pribadinya.

Orang tua bisa melakukan pendekatan kepada anak, atau bertanya dengan suasana nyaman.

Saya yakin anak bisa terbuka kepada orang tuanya. (jay)

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved