Kamis, 9 April 2026

Breaking News

Soekarno Kecil Ganti Nama di Ndalem Pojok

pergantian nama tokoh proklamator itu, yang pemberian ayahnya bernama Soesno kemudian diganti Soekarno, juga dilakukan di rumah RM Soemosewoyo

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA Online, SURYA - Soekarno ternyata pernah bermukim dan menghabiskan masa kecilnya di Dusun Krapak, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Dia diasuh ayah angkatnya RM Soemosewoyo yang masih kerabat ayah Soekarno, RM Soekemi Sosrodihardjo.

Malahan, pergantian nama tokoh proklamator itu, yang pemberian ayahnya bernama Soesno kemudian diganti Soekarno, juga dilakukan di rumah RM Soemosewoyo.

Pergantian nama itu dilakukan karena Soesno kecil sering sakit-sakitan dan RM Soemosewoyo bersedia mengobati sakitnya Soesno asal orangtuanya memenuhi dua syarat yang diajukan, yakni namanya harus diganti dan diambil menjadi anak angkat.

Syarat itu disetujui oleh RM Soekemi yang kemudian mengganti nama anaknya menjadi Soekarno sekaligus menjadi anak angkat RM Soemosewoyo saat berusia dua tahun.

Malahan Soekarno kecil juga sempat beberapa tahun nderek ayah angkatnya dan tinggal di kamar kecil berukuran 3 x 4 meter di ndalem Wates yang berhalaman luas.

Rumah RM Soemosewoyo menempati lahan seluas satu hektar beraksitektur khas rumah joglo Jawa. Aslinya rumahnya berdinding gedhek, tapi sekarang sudah ditembok.

Di rumah petilasan itu ada dua kamar yang pernah ditempati Soekarno saat masih kecil dan satu kamar lagi saat Soekarno menjadi Presiden.
"Kamar depan sebelah timur itu ditempati saat Soekarno masih anak-anak, sedangkan kamar di belakang ditempati jika Soekarno singgah ke Wates," ungkap RM Soeharyono (75) salah satu ahli waris RS Soemosewoyo.

Namun Soeharyono mengaku, saat ini sudah tidak ada lagi foto kenang-kenangan Bung Karno masa kecil tinggal di rumahnya. Karena saat meletus peristiwa G 30 S PKI, foto-foto yang ada gambar Soekarno diambil semua oleh aparat militer.

"Dulu fotonya banyak, tapi sudah dibawa semua oleh orang Kodim. Fotonya di dinding disogroki petugas," ungkapnya.

Meski begitu masih banyak saksi mata dari warga Desa Pojok yang pernah menyaksikan saat Bung Karno berkunjung ke ndalem petilasan Wates saat sudah menjadi Presiden.

Beberapa orang yang masih hidup di antaranya, Supini (81), anak Joyo Sar yang pernah menjadi pesuruh dari keluarga RM Soemosewoyo.

"Kalau Bung Karno datang ke Wates, ayah saya yang diminta untuk membakarkan jagung. Sedangkan makanan kesukaannya pecel lele dan sayur meniran," ungkap Supini.

Beberapa warga lainnya yang pernah menyaksikan Bung Karno datang ke ndalem Wates di antaranya, Suryono (81), Suwarsono (83), Sutoyo (82), Sunarko (80), Misidi (79) serta Suharno (80).

"Saya masih ingat ketika Bung Karno ke Wates saya dikumpulkan untuk menyanyi sorak-sorak sambil tepuk-tepuk tangan. Malahan Bung Karno meminta salah satu dari kami untuk nembang Jawa," ungkapnya.

Permintaan itu dituruti oleh rekannya yang bernama Suharno yang kemudian nembang Sinom. "Usai nembang kami bersalaman dengan Bung Karno," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved