Kamis, 23 April 2026

Sentra Kerajinan Caping Ponorogo Terancam Gulung Tikar

Sentra kerajinan anyaman caping yang sudah menjadi usaha rumahan secara turun temurun sejak jaman nenek moyang

Penulis: Sudarmawan | Editor: Heru Pramono

"Kalau kami meneruskan usaha kerajinnan ini keluarga tidak bisa makan, anak tidak bisa sekolah serta kami tak bisa memenuhi kebutuhan hidup bermasyarakat lainnya," ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Karanggebang, Abdul Basith (38) mengaku sangat menyayangkan hasil kerajinan tangan warganya yang sudah bisa mengagkat desa serta menjadi ikon desa termasuk ikon Kabupaten Ponorogo itu. Akan tetapi, kini kondisinya  malah semakin terpuruk. Basith berharap agar kerajinan anyaman di desanya ini tidak punah tergerus jaman.

Apalagi, kini warganya yang masih berusia produktif, tidak meninggalkan kampung halamannya agar pemerintah segera menata dan memberikan pembinaan untuk mempertahankan hasil karya yang sudah menjadi Sentra Anyaman Desa Karanggebang ini.

"Kami sangat berharap pemerintah peduli dan membina para penganyam untuk lebih produktif tidak monoton di caping biar mereka bisa bertahan. Saya bingung mencarikan solusi tanpa ada perhatian dari Dinas Industri, Perdagangan dan Koperasi (Indakop).

Kami sudah lama punya wacana tapi kalau pemerinta sendiri seakan diam kami kebingungan. Makanya kami membiarkan warga beralih ke anyaman tas plastik," tandasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved