Rabu, 22 April 2026

Kreativitas ala Skuadron 800 Wing 1 Puspenerbal

Ban Bekas Pesawat Disulap Jadi Meja, Papan Bekas Jadi Meja Rapat

Ban Bekas Pesawat Disulap Jadi Meja, Papan Bekas Jadi Meja Rapat

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin

SURYA Online, SURABAYA - Wujud dekorasi dan interior ruang dinas militer, diasumsikan sebagai ruangan yang minimalis dan terkesan kaku. Tapi di gedung kantor Skuadron 800 Wing Udara 1 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) Juanda, asumsi itu terpatahkan. Hasil kreativitas 116 personelnya, membuat gedung kantor ini menjadi lebih beda, nyaman dan kaya warna.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah empat buah meja di ruang serba guna. Sepintas, meja bulat berdiameter 50 cm itu terlihat biasa saja. Berkaki empat dengan roda kecil, dan permukannya yang tertutup kaca gelap. Yang tampak beda, bagian pinggir meja yang tebal dan seperti berkaret.

Ketika diamati lebih lanjut dan diraba, mulai terasa beda. Taplak rajut yang menutup bagian tengah meja dibuka, ternyata meja itu bolong di dalam.

“Ini memang bekas roda pesawat. Sudah tidak terpakai, daripada mubazir, saya dan anggota di sini, iseng-iseng diperbaiki dan ditambah ini dan itu untuk jadi meja,” jelas Letkol Laut (P) Imam Safi’i, Komandan Skuadron 800 Wing Udara 1 Puspenerbal, Kamis (21/3/2013).

Ternyata tidak hanya empat meja itu saja, di sudut ruang dengan wall paper motif sulur warna abu-abu gelap itu, juga terdapat meja bartender. Dengan dengan tiga buah kursi tinggi, dan gelas-gelas bening berkaki.

“Meja dan lemari bartender ini juga dari bahan bekas yang tidak terpakai. Papan yang ada di bengkel dan hanggar pesawat, kami kumpulkan, dan ditata kemudian dicat warna kayu, jadilah seperti ini,” lanjut Imam.

Bahkan untuk membuat ruang serba guna ini lebih hidup, di bagian depan, Imam menyediakan seperangkat peralatan musik dan televisi layar datar yang tertempel di dinding. Semua terlihat modern.

Beberapa anggota skuadron 800 dan dari skuadron lain di sekitarnya, tampak bergantian masuk memanfaatkan alat musik yang ada. Seperti tiga buah gitar elektrik, drum, dan elektone. Saat formasi lengkap, mereka pun tampil dengan menyanyikan satu hingga dua buah lagu.

“Sebagai tempat melepas penat. Kalau sedang tidak ada tugas dan luang, masuk ke ruangan ini untuk menyanyi dan main musik,” kata Mayor Laut (P) M Naim Haryawan, sambil tak melapas mike dan bersiap bernyanyi.

Ketika Imam Safi’i mengajak berkeliling, ternyata tidak ruang serba guna saja yang tampil beda dan ramai. Tapi juga ruang-ruang lain di gedung itu. Di ruang rapat, meja rapat terlihat beda dengan tergambar sebuah peta di permukaan meja yang tertutup kaca.

“Ini papannya juga papan bekas. Kami buat sendiri. Biar beda, mejanya sebelum ditutup kaca, bawahnya kami buat replika peta Indonesia dengan titik-titik di mana TNI AL punya landasan udara. Seperti di Lanudal Aru, Lanudal Biak, dan seluruh Indonesia lainnya,” jelas Imam.

Di ruang-ruang Komandan Flight (penerbang), suasana juga tampak berbeda. Selain meja dan kursi kerja, juga ditampilkan hiasan dinding dan ornamen berbagai macam seni. Seperti patung bebek, burung, dan tanaman.

“Kami jadi lumayan betah di kantor dengan adanya tanaman di dalam ruangan,” tambah Naim, yang menempati salah satu ruang kerja di gedung itu.

Ruang ganti juga tersedia ala  ruang ganti atlet. Dilengkapi lemari penyimpan, dengan wall paper warna ngejreng, ditambah korden penutup area ganti, menjadikan gedung kantor ini tidak tampak sebagai kantor militer.

Suasana beda juga tampak di halaman gedung yang dipenuhi tanaman bunga. Juga ada kolam air mancur di salah satu sudutnya.

Di belakang gedung dan sekitarnya, tampak area berpaving, musala, gazebo, dan kantin. Juga ada jogging track batu-batuan, yang bisa dimanfaatkan sebagai terapi di telapak kaki.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved