Roti Goreng Mak Nyus Rekrut 50 Penjual Keliling

roti goreng buatan home industri Mak Nyus bisa dibilang populer. Ukurannya yang besar, rasanya yang manis

Roti Goreng Mak Nyus Rekrut 50 Penjual Keliling
surya/hayu yudha prabowo
Roti goreng Mak Nyus milik Puji Sukamti di Jl Tumenggung Suryo, Kota Malang.
SURYA Online, MALANG - Siapa yang tidak kenal roti goreng. Dinikmati dalam keadaan hangat, terasa nikmat. Di Kota Malang, roti goreng buatan home industri Mak Nyus bisa dibilang populer. Ukurannya yang besar, rasanya yang manis, dan harganya yang murah menjadi alasan konsumen memburu roti goreng ini.

Roti goreng Mak Nyus dibuat pada Agustus 2007 lalu oleh pasangan Puji Sukamti (44) dan Kodim (64). Awalnya, pasangan suami istri itu memproduksi roti goreng karena kecewa dengan usahanya yang tidak kunjung membuahkan hasil. Kodim sebelumnya adalah pemborong besar, mulai kayu, besi, tanah, dan lainnya.

“Tetapi kami tertipu dan bangkrut ratusan juta rupiah. Untuk menyambung hidup, kami harus bangkit lagi,” kenang Puji Sukamti ketika ditemui di tokonya Jl Tumenggung Suryo No 26 A, pekan lalu.

Puji dan suaminya memulai dari nol. Modal usaha senilai Rp 7,5 juta terpaksa pinjam dari seorang teman. Untuk mendukung usahanya itu, Puji juga melibatkan ketiga anak-anaknya, Septyani Dyah Ratna, Yanuarti Alan Rizky, dan Febby Tabanianto. “Anak-anak membantu kami jualan. Mulai menitipkan kue ke kios-kios dan menawarkan ke pedagang di pasar-pasar,” urai Puji.

Setiap hari, ia bangun pukul 02.00 dini hari untuk membuat adonan roti. Setiap kali mengaduk adonan itu, Puji selalu berdoa agar rotinya laris dan barokah. Meski jauh di lubuk hatinya terbesit rasa pesimis yang besar.

“Saya kadang ragu, apa bisa roti goreng ini maju, kan jajanan lama. Apa orang-orang bakal menyukainya?” kenangnya.

50 Penjual
Satu tahun memproduksi roti goreng, Puji pesimistis usahanya tidak kunjung berhasil. Dia ingat, bagaimana dia dan anak-anaknya harus keliling menggunakan sepeda onthel menawarkan roti gorengnya itu. ‘Waktu itu, susah sekali mencari orang yang mau menjual roti goreng,” ungkapnya.

Yanuarti Alan Rizky, anak kedua Puji dan Kodim pun turut bercerita. Karena kerap berkeliling membawa roti goreng, Rizky sering telat ke sekolah. “Saya ingat sekali naik sepeda onthel dan membawa banyak sekali roti di belakang,” kenang Rizky yang saat ini kuliah di Poltekkes Malang sembari tertawa.

Namun, berkat ketelatenan dan doa, usahanya mulai berkembang. Tak disangka, roti goreng Mak Nyus kini menjadi roti goreng terfavorit di Kota Malang. Setiap hari, Puji memproduksi 10.000 roti goreng. Untuk menjual roti gorengnya itu, Puji merekrut 50 orang untuk berjualan keliling dan delapan orang bagian produksi. Belum lagi pedagang lain yang setiap harinya membeli langsung. Untuk sepotong roti goreng, pembeli cukup mengeluarkan Rp 1.000. Puji menjamin, roti gorengnya tahan selama dua hari.

Kini, Puji dan keluarganya telah menikmati hasil kerja kerasnya itu. Roti goreng Mak Nyus berhasil mendatangkan omzet Rp 8 juta - Rp 10 juta per hari. Dalam waktu lima tahun, Puji sudah bisa membeli tiga rumah, dua mobil dari usaha ini.

“Alhamdulillah, anak-anak saya juga bisa kuliah semua,” ujarnya sembari bersyukur. Sekarang, roti goreng Mak Nyus sudah memiliki empat cabang yakni, di Singosari, Pandaan, Bangil, dan Sidoarjo.

Dalam usahanya itu, Puji mengutamakan kualitas. Meskipun harga tepung, gula, telur, mentega, dan minyak goreng naik, tidak sedikitpun dia mengurangi kombinasinya itu. Puji juga tidak pernah menggunakan bahan-bahan pengawet dan pemanis buatan. Karena rasanya yang selalu enak itu, pelanggannya terus bertambah.

Penulis: Siti Yuliana
Editor: Rudy Hartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved