Selasa, 12 Mei 2026

Kiat Usaha Kuda Mass (I)

Awalnya Rumah Bambu Kini Lima Pabrik

Nama Kuda Mass menyimpan sejarah pergulatan hidup sebelum menjadi seterkenal sekarang.

Tayang:
Editor: Rudy Hartono
SURYA Online, MALANG - Lahir dari keluarga yang berkecukupan,  Hj Mutrifah tetap bersedia bekerja keras. Ia tak canggung membantu suami, membesarkan tujuh anaknya.

Bagi  warga Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, nama Kuda Mass, tidak asing. Inilah  pabrik penghasil makanan ringan yang terbesar di desa itu.  Nama Kuda Mass menyimpan sejarah pergulatan hidup sebelum menjadi seterkenal sekarang.

Pabrik Kuda Mass berlokasi di Jl KH Wahid Hasyim RT 01/RW 02, Desa Talok, Turen. Lokasi ini dulunya sebuah rumah sederhana berdinding bambu.
Apa yang tampak sekarang, merupakan hasil kerja keras Hj Mutrifah (56), perempuan asal desa setempat yang dikenal sebagai perintis Kuda Mass.

Sepanjang hari, di pabrik itu, ratusan pekerja terlihat sibuk mengolah lebih dari 20 jenis makanan ringan seperti makaroni, sereal, emping jagung, dan lain sebagainya hingga pengangkutan ke truk.

Terhitung sejak 2004, Hj Mutrifah tidak menangani lagi. Pengelolaan pabrik diserahkan kepada beberapa putranya. Salah satunya, Ahmad Mudzakir.

"Sekarang ada lima pabrik di desa ini," tutur anak keenam dari tujuh saudara yang akrab dipanggil Dzakir ini. "Ada Kuda Mass A, Kuda Mass B, Kuda Mass C, Kuda Mass D, dan Kuda Mass Popcorn."

Bisnis dirintis ibunya pada 1984 untuk membantu suaminya, H Samari (58) yang sehari-hari guru SD. Mutrifah mengolah bahan-bahan seperti jagung, kacang, dan kerupuk menjadi makanan ringan.

Setelah dikemas plastik dititipkan ke pasar. Karena laris, anak-anak ikut membantu. "Sekarang, penjualan tambah luas, sampai Papua, Jambi, dan beberapa pulau lagi," papar Dzakir.
Penulis: Eben Haezer Panca P        

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved