Serunya Bertualang di Kampung Cilok!
Nah, bagi mereka yang mengaku pecinta cilok, tentunya belum pas sebelum mengunjungi kampung cilok di Kalangan, Ngunut, Tulungagung ini.
Penulis: Tri Hatma Ningsih | Editor: Tri Hatma Ningsih
oleh: Lailiyatus Sa'Diyah
(Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang)
Makanan ringan berbahan dasar tepung tapioka, dibentuk mirip bakso itu biasa disebut cilok. Meski ada juga yang menyebutnya cireng atau nama lainnya. Cilok ini mudah ditemui di manaa saja. Dengan varian rasa dan harga berbeda. Ada cilok polos tanpa isi, atau di dalamnya sudah diisi telur puyuh. Harganya pun bervariasi, dari Rp 100, Rp 250 per biji sampe Rp 1000 per bijinya, tergantung isi dan tempat belinya. Cilok biasanya dijual lengkap dengan saos. Dari saos tomat, saos tomat plus kecap, saos kacang plus sambal. Apapun pilihannya tentu tergantung selera Anda.
Namun, pengalaman saya dengan cilok kali ini dijamin seru luar biasa. Yakni, berada di kampung cilok! Tepatnya di Desa Kalangan, 6 km dari pasar Ngunut, Tulungagung arah selatan. Di desa ini bisa disebut kampung cilok, karena hampir setiap rumah warga desa ini memproduksi sekaligus menjual cilok! Cilok beragam rasa dan varian, mulai dari cilok biasa, cilok goreng, cilok rasa daging dan cilok telur goreng. Cilok mini hingga ukuran standar.
Nah, bagi mereka yang mengaku pecinta cilok, tentunya belum pas sebelum mengunjungi kampung cilok di Kalangan, Ngunut ini. Terlebih, pembeli cilok di kampung cilok ini diberi kebebasan apakah ingin santap di tempat atau dibungkus. Penjual cilok di kampung itu menyediakan fasilitas tempat untuk bersantai dan menikmati cilok di dalam rumah penjual atau di teras rumah.
Itu sebabnya kampung cilok di Desa Kalangan ini tidak pernah sepi pembeli karena selain tempatnya nyaman dan harga cilok yang terjangkau kantong, kampung cilok ini buka setiap hari mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 24.00 WIB!
Bukan hanya itu, di lidah saya saos kacangnya terasa gurih. Saus cilok di kampung cilok ini diracik tidak terlalu pekat juga tidak terlalu encer. Bila kurang pedas, penjual menyodorkan sambal cabai ulek. Terasa sangat pas menemani kami ngobrol di ruang santai yang disediakan penjual. Bagi saya pribadi ada dua cara asyik menikmati cilok. Yakni, cara standar dengan cara cilok ditempatkan dalam wadah plastik, disiram saus dan ditusuk lidi. Atau, tanpa lidi sama sekali, tapi plastik diikat, cilok dikocok dengan saus, lalu gigit ujung plastik untuk meloloskan cilok satu per satu meluncur ke dalam mulut! Cara ini lebih praktis dan dijamin tak mengurangi nikmat cilok itu sendiri. Coba saja sendiri.