Kamis, 28 Mei 2026

ASI Dapat Sebabkan Alergi

Tayang:
Penulis: Heru Pramono |

pertanyaan:

Dok, anak saya lelaki, berumur dua bulan. Kulit pipinya bercak-bercak kasar dan gatal. Dia menjadi sulit tidur. Kulitnya digaruk-garuk dengan tangannya. Akibatnya, kulit yang kasar itu menjadi kemerahan. Saya khawatir kulitnya akan terluka.

Saya sudah membawa ke dokter anak, tetapi penyakitnya hilang timbul. Menurut dokter, anak saya alergi. Saya heran, bukankah anak saya hanya minum ASI.

Apakah penyakit anak saya?

Benarkah disebabkan alergi ASI?

Bagaimana mungkin ASI yang menurut para dokter satu-satunya asupan paling bagus untuk bayi, justru menyebabkan alergi?

Bagaimana pengobatannya supaya jangan sampai sering kambuh? Bolehkah diberi parutan jagung? Menurut orang tua dulu, parutan jagung dapat meredakan bercak kemerahan di kulit. Itu terbukti ketika ada yang sakit cacar air. Ketika luka bekas cacar air akan mengering, pasti terasa gatal. Dengan dibalur parutan jagung, rasa gatal itu hilang. Akan tetapi, jika dioleskan pada bayi yang baru berumur dua bulan, saya khawatir akan ada dampak sampingnya karena kulit bayi masih sangat halus.

Mohon jawaban dan nasihat dokter. Terima kasih atas jawabannya.

Ny Tika, Bondowoso

jawaban:

Ibu Tika, penyakit kulit itu boleh dikatakan serupa, tetapi tak sama. Artinya gambaran klinisnya yang muncul mirip atau kurang lebih sama, tetapi diagnosisnya berbeda. Oleh karena itu untuk membuat diagnosis penyakit kulit supaya tepat, harus dilihat sendiri oleh dokternya.

Dari surat ibu, putra ibu kemungkinan menderita dermatitis atopik atau dikenal juga dengan nama eczema atopik. Penyakit ini sering didapatkan pada anak-anak terutama pada umur 0-5 tahun.

Gejala utama memang gatal-gatal dengan reaktivitas pada kulit dan gatalnya lebih berat pada malam hari sehingga bayi merasa gatal sekali. Bayi akan menggaruk-garuk kulit pipinya yang lama-kelamaan akan menjadi ekzema. Gejalanya di kulit berupa (pruritus) gatal-gatal dengan permukaan kemerahan yang disertai pengelupasan atau lecet-lecet dan kadang-kadang timbul cairan yang bening. Jika sudah lecet, bayi akan makin gelisah apalagi ketika dimandikan karena bersentuhan dengan sabun yang membuat perih.

Pada yang menahun atau kronis dapat timbul penebalan warna kulit yang kemerahan. Kelainan di kulit pada bayi biasanya lokasinya di daerah pipi dan kepala.

Penyebab kelainan ini sangat kompleks. Ada hubungannya interaksi antara faktor genetik (keturunan), lingkungan sistem kekebalan tubuh. Juga ada hubungannya dengan riwayat keluarga yang alergi berupa asma, batuk pilek, gatal-gatal di kulit, alergi obat-obatan.

ASI memang paling sehat untuk bayi. ASI boleh diteruskan. Ibu harus mengatur makanan dan minuman agar kualitas ASI yang diminum bayi tetap terjaga. Asupan makanan dan minuman sehari-hari sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang bersifat hiperalergenik (sangat merangsang timbulnya alergi) seperti telur, ayam, ikan, dan kacang-kacangan. Sebisa-bisanya makanan dan minuman ibu harus dijaga karena besar pengaruhnya pada ASI yang menjadi makanan pokok bayi.

ASI merupakan nutrisi yang terbaik untuk bayi. Oleh karena itu sudah betul jika dokter mengatakan penyebab alergi.

Pengobatannya supaya jangan kambuh memerlukan ketekunan dan upaya yang optimal. Yang penting adalah membuat kulit pipi supaya jangan kering. Sebelum diberi obat, sebaiknya dicari dan dihindari faktor pencetusnya. Dengan mengetahui faktor pencetusnya, maka faktor pencetus itu harus dihindari.

Supaya bayi merasa nyaman, mandikan dengan menggunakan sabun dengan ph yang asam. Jangan menggosok kulit bayi, lebih baik diusap. Hati-hati saat mengusap kulit yang kemerahan karena bisa jadi ada lecet yang membuat perih. Usahakan supaya bayi tidak kepanasan. Keringat akan membuat lecet pada kulit menjadi tidak nyaman. Oleh karena itu, selama masih dalam proses penyembuhan, harus diusahakan suhu kamar dan lingkungan yang sejuk.

Kadang-kadang perlu pengobatan krim untuk kulit. Pada kasus-kasus yang sulit diperlukan terapi obat minum yang dianjurkan oleh dokter. Patuhi aturan pemakaian obat supaya hasilnya optimal.

Beri sarung tangan pada bayi supaya kukunya tidak melukai kulit pipi. Pilih sarung tangan bayi dari bahan yang lembut sehingga tidak melukai bercak gatal itu. Rasa gatal membuat bayi sering menggaruk pipi.

Sampai saat ini belum ada penelitian secara ilmiah tentang manfaat dan khasiat parutan jagung untuk pengobatan kulit pipi bayi yang kemerahan. Parutan jagung ketika dioleskan memang sesaat membuat kulit lebih halus karena tepung jagung melapisi kulit. Pada orang dewasa, kulit yang diolesi parutan jagung mungkin tidak menimbulkan reaksi. Akan tetapi, pada bayi yang kulitnya masih sangat lembut, lebih baik pengobatan dengan membalur pipi dengan parutan jagung, tidak digunakan.

Demikianlah nasihat dan penjelasan kami. Semoga bermanfaat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved