Kamis, 28 Mei 2026

Tangan Bayi Baru Lahir Lumpuh

Tayang:
Penulis: Heru Pramono |

pertanyaan:

Anak saya berumur tiga minggu. Ketika lahir saya sempat sedih melihat kondisinya. Tangan kanan anak saya tidak bisa bergerak. Sakit ini diderita sejak lahir. Anak saya perempuan lahir normal di rumah bersalin dan ditolong oleh bidan. Ketika lahir berat badannya 4 kg.

Karena selama kehamilan tidak ada masalah, saya melahirkan di tempat bidan. Sesaat setelah kelahiran anak saya, tidak ada yang dikhawatirkan. Akan tetapi begitu mengetahui kondisi tangan kanannya tidak berfungsi, saya mulai panik.

Pada saat proses persalinan memang saya rasakan agak sulit. Saya menjadi cemas dengan penyakit yang diderita anak pertama saya ini. Saya khawatir jika sampai dewasa tangannya benar-benar tidak bisa berfungsi. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan.

Apakah penyebab tangan anak saya ini lumpuh? Mungkinkah karena keturunan atau karena kesalahan penolongan saat proses persalinan? Jika itu terjadi, apa yang harus saya lakukan?

Menurut beberapa orang, saya disarankan untuk memijat bayi supaya saraf di tangannya berfungsi. Pemijatan itu akan dilakukan oleh tukang pijat yang biasa menangani bayi. Yang direkomendasikan adalah pijat refleksi untuk memulihkan fungsi tangan. Bolehkah saya memijat anak saya supaya tangannya berfungsi? Saya khawatir karena bayi saya masih terlalu kecil.

Dokter, bisakah anak saya sembuh? Adakah cara yang harus saya tempuh supaya bayi saya tumbuh sama seperti anak perempuan lain?

Mohon jawaban dan penjelasan. Terima kasih.

Ny Tari, Banyuwangi

jawaban:

Ibu Tari, membaca surat ibu, saya menduga putri ibu menderita kelumpuhan saraf tangan kanannya. Kelumpuhan ini dapat bersifat ringan sampai berat. Penyebab kelumpuhan ini dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan, antara lain, faktor bayinya, faktor kandungan, dan jalan lahir. Bisa juga dari proses persalinannya sendiri.

Posisi bayi yang letaknya tidak normal ketika sebelum lahir seperti letak lintang dan letak sungsang juga dapat menimbulkan kelainan ini. Ada juga kemungkinan penyebab lainnya. Bisa juga karena bayi menderita kekurangan oksigen sejak dalam kandungan. Bayi yang dilahirkan dalam kondisi kekurangan oksigen juga memiliki risiko timbulnya kelainan ini.

Banyak ibu yang bangga bila bayinya lahir dengan berat badan tinggi. Padahal, jika bayi yang lahir memiliki berat berlebihan, risiko terjadi tekanan pada saraf cukup besar. Bayi yang lahir besar dengan berat lahirnya lebih dari 4.000 gram seperti putri ibu dalam proses persalinannya lebih besar terjadinya penekanan pada tubuh bayi oleh jalan lahir termasuk sarafnya.

Bayi yang proses kelahirannya sulit oleh karena panggul ibu sempit atau bayinya terlalu besar, mudah menyebabkan timbulnya kelainan pada sarafnya. Itu karena proses persalinannya melalui jalan lahir yang relatif sempit.

Penyebab yang pasti sulit dicari karena proses persalinan itu terjadi dari menit ke menit yang bisa berubah setiap saat. Seorang bidan yang menolong persalinan pasti berusaha menyelamatkan ibu dan anaknya.

Meski ada banyak teknik memijat yang diyakini dapat mengembalikan fungsi tangan bayi ibu, sebaiknya ibu tidak gegabah melakukannya. Sebaiknya ibu tidak memijat sendiri, tetapi membawanya putri ibu ke dokter anak dan dokter rehabilitasi medis untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan demikian akan ada penanganan yang sesuai dengan kebutuhan. Pemijatan bayi terutama pada bayi berusia muda harus dilakukan oleh orang yang ahli. Bayi baru lahir sangat sensitif sehingga penangannya juga spesial.

Sembuh atau tidak putri ibu bergantung dari berat ringannya kerusakan saraf. Menurut penelitian, 88 persen bayi yang menderita kelumpuhan seperti ini dapat kembali normal dan memerlukan waktu empat bulan. Sebanyak 92 persen bayi dengan kondisi yang sama dapat normal kembali dalam usia 12 bulan dan 7 persen kelainannya menetap pada usia 48 bulan.

Oleh karena itu saya menganjurkan supaya putra ibu segera dibawa ke dokter spesialis anak terdekat untuk diperiksa dan ditangani lebih lanjut. Penanganan cepat dan tepat harus dilakukan supaya tangan bayi dapat berfungsi. Jika terlambat, dikhawatirkan akan memperlambat proses penyembuhan bayi.

Mungkin perlu pemeriksaan yang lebih lanjut untuk mengetahui diagnosisnya dan penanganan kelumpuhannya. Faktor nutrisi terutama ASI dan vitamin sangat membantu penyembuhannya.

Demikianlah penjelasan dan jawaban dari saya. Semoga berguna.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved