Suka Dugem, Kakek Nyandu Sabu
Tayang:
Klojen - Surya- Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Mungkin itulah kata-kata yang pas untuk menggambarkan kehidupan masa tua Handoyo Tasman, alias Yong, 58, warga Jl Kawi, Klojen. Sayang, Yong makin ’menjadi’ dalam arti yang negatif.
Kakek satu cucu ini ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Kota Malang karena kedapatan memiliki sejumlah sabu dan ekstasi di rumahnya, Senin (4/10) lalu.
Penangkapan ini, disampaikan oleh Kepala Satreskoba Polresta Malang, AKP Sunardi Riono, dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB dan Yong tidak bisa mengelak karena ditemukan beberapa barang bukti yang akan menyeretnya ke penjara.
”Di dalam rumah itu, kami temukan tiga butir pil ekstasi, dua klip plastik berisi sabu seberat 0,3 gram, serta sebuah bong, atau alat isap sabu,” ujar Sunardi, dalam gelar keberhasilan ungkap yang diadakan Rabu (6/10) kemarin.
Meski usianya sudah tergolong senja, ia sangat suka menghabiskan waktu dari satu diskotek ke diskotek lainnya.
”Dia bahkan dikenal gemar berpetualang ke tempat-tempat dugem di luar kota, semisal Surabaya. Nah, dari tempat dugem inilah, dia berkenalan dengan narkoba,” kata Sunardi.
Berdasarkan pengakuan Yong, ia belum lama terjerumus sebagai pecandu sabu-sabu. Dari sekadar coba-coba, ia mulai berani membeli serbuk terlarang ini sejak lima bulan lalu.
Informasinya, Yong memang sudah cukup lama menjadi intaian polisi. Penangkapan atas dirinya bertujuan untuk menemukan bandar yang lebih besar. Dan menurut Sunardi, penangkapan Yong mengantar polisi untuk membongkar salah satu jaringan pengedar sabu di Kota Malang, yakni Imam Widjaja, 39. Warga Jl Tegal Mapan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini juga ditangkap di rumahnya, sekitar pukul 04.00 WIB dengan petugas menyita barang bukti 0,7 gram sabu, dua butir ekstasi, serta sebuah timbangan elektronik.
Imam mengaku sebagai pemain lama di dunia hitam ini. Meski demikian, ia mengaku sempat tobat, dan kambuh setahun terakhir ini. Apes, keputusannya untuk kembali memakai dan menjual sabu, malah menggiringnya ke bui. ”Antara Yong dan Imam kenal saat ditempat dugem. Transaksi diam-diam di sejumlah tempat hiburan malam, ditengarai memang kembali marak,” ujar Sunardi. n ab
KOMENTAR