Senin, 13 April 2026

Mbah Warok Gelar Ritual Penangkapan Tiga Tuyul

Warga Pasuruan Resah Sering Kehilangan Uang PASURUAN - SURYA- Itulah ritual penangkapan tuyul yang dilakukan warga Jl Sunan Ampel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Rabu (28/4). Ritual dilakukan karena warga sudah lama resah. Mereka sering kehilangan uang besaran nominal Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Anehnya, meski uang yang ditempatkan di dompet atau tempat tertentu jumlahnya jutaan misalnya, namun yang hilang hanya Rp 200.000 atau Rp 300.000. Dan hal itu terjadi berkali-kali, tidak hanya menimpa satu dua warga. “Saya sudah sering kehilangan. Anehnya, uang yang saya ikat itu tidak semuanya hilang. Yang hilang hanya Rp 200.000, berkali-kali begitu,” terang Hariyati, warga yang uangnya hilang hingga Rp 500.000 dalam tempo 10 hari terakhir. Pengakuan sama diutarakan Ratna Syaukat Ali, yang uangnya hilang mencapai Rp 1,6 juta dalam tempo 10 hari. “Hilangnya tidak langsung sebesar itu. Dari bendelan uang yang saya simpan di lemari, setiap hari jumlahnya berkurang. Dalam 10 hari, uang saya hilang Rp 1,6 juta,” ujar Ratna. Ada juga warga yang tidak ingin mempersoalkan uangnya yang hilang, karena takut ceritanya menjadi fitnah “Uang saya yang hilang biasanya Rp 50.000 atau Rp 100.000. Saya sering mengalami, tapi sengaja tidak saya ceritakan, sebab saya punya banyak karyawan dan takut cerita itu malah membuat fitnah di antara karyawan,” tutur Bu Yayuk, pemilik rumah makan Green Garden. Karena merasa resah dan yakin yang berulah itu tuyul, warga pun sepakat menggelar ritual menangkap tuyul. Dan kebetulan di kawasan Jl Sunan Ampel terdapat stasiun radio RDA Cathrock pimpinan Hendro, yang di antara penyiarnya ada yang bernama Imam Husaini. Si penyiar ini dikenal sebagai Mbah Warok yang memiliki kelebihan atau linuwih dalam hal ilmu gaib. Maka digelarlah prosesi penangkapan tuyul. Prosesi diawali penyiapan kembang tujuh warna, jajanan pasar, dan membakar kemenyan. Kemudian disiapkan kendi berisi air, butiran kacang hijau dan garam, serta sejumlah uang ditempatkan di piring dan diberi kaca. Tak ketinggalan dua ekor yuyu diikatkan ke kendi. “Kembang tujuh rupa dan jajanan pasar itu biasanya untuk upacara perjanjian dangan tuyul. Sedangkan uang dan dua ekor yuyu adalah penariknya. Karena biasanya yuyu itu dijadikan mainan oleh tuyul,” terang Mbah Warok. Saat ritual berlangsung, tiba-tiba yuyu bergerak-gerak seperti ada yang mempermainkan. “La iki arek-e teko (ini tuyulnya datang),” kata Hendro yang ikut prosesi ritual dan dilanjutkan penangkapan tuyul oleh Mbah Warok. Begitu ditangkap, tuyul yang tidak kelihatan bentuknya itu langsung dimasukkan ke dalam botol warna bening. Selang lima menit kemudian, yuyu kembali bergerak-gerak dan dilanjutkan dengan penangkapan tuyul lagi. Lima menit kemudian, yuyu kembali bergerak. Namun Mbah Warok yang hendak bergerak seperti menangkap, kemudian mengurungkan. “Wah tuyulnya yang ini lari,” ucap Mbah Warok. Penangkapan yang ketiga ini sepertinya sulit sekali. Hingga terpaksa Mbah Warok, Hendro dan dua asisten Mbah Warok mengakhiri ritual. Selanjutnya mereka melakukan ritual pengusiran tuyul. Sejumlah rumah di Jl Sunan Ampel yang diduga sering disatroni tuyul mereka datangi dan bagian depan rumah ditaburkan garam yang sudah dijampa-jampi. Ritual yang digelar di areal terbuka tersebut mengundang perhatian masyarakat. Bukan hanya warga di lingkungan Jl Sunan Ampel saja yang menyaksikannya. Para pengguna jalan juga turut menyaksikan. Sementara itu, Mbah Warok mengaku berhasil menangkap dua tuyul, sedangkan tuyul ketiga berhasil lolos. “Bentuknya tidak dapat dilihat dan hanya transparan, karena saat ini siang hari. Tapi jika malam hari, nanti bisa saya tunjukkan,” urai Mbah Warok. Menurut Mbah Warok, saat dilakukan ritual penangkapan itu, ia merasa bahwa pemilik tuyul tersebut juga ikut menyaksikan. “Kalau mau, pemiliknya bisa mengambilnya di radio RDA dan menemui saya. Saya akan mengembalikannya dan coba akan saya bantu agar pemiliknya tidak menjalankan tuyul seperti ini dan tentu saja akan diruwat agar dia tidak menjadi korban mistik,” tandas Mbah Warok. ABDUS SYUKUR
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved