Bikin Iklan 'Nakal' di Radio
Jangan takut dengan ide ' nakal '. Sesuatu yang ' nakal ' itu cukup kuat membangun imej asal kita tetap patuh dengan rambu-rambu yang diberikan oleh klient lalu dikuatkan dengan hasil akhir diskusi dengan tim kreatif.
PERNAH dengar iklan di radio? Apa reaksi kita saat mendengarnya? Tersenyum karena lucu, atau sebel, bahkan jengkel, mungkin saja. Di balik reaksi pendengar itu beriklan di radio, ternyata tetap penting bagi sebuah komunikasi merek, seperti juga beriklan di media massa lainnya.
Bagaimana membuat iklan radio yang bagus, menarik, dan punya stopping power bagi pendengar? Butuh kreativitas, jeli menangkap tujuan hingga eksekusi iklan itu sendiri. Kekuatan indera telinga menjadi bahan pemikiran utama.
Bagaimana caranya membuat pendengar itu mampu mengingat sebuah iklan di radio kalau tema, gaya dialog atau monolog serta ilustrasi musik latar belakang juga sound effect-nya kurang dipikirkan dan digarap serius saat eksekusi produksi?
Bikin iklan radio yang unik butuh kreativitas yang ' nakal ' sampai dengan proses eksekusinya. Tapi tetap terjaga relevansinya dengan kekuatan dan tujuan iklannya, agar berhasil memikat pendengar dan pada akhirnya mampu membantu kinerja merek produk itu di pasar.
Untuk itu, bagaimana mendapatkan ide cemerlang yang kemudian dituangkan dalam radio script format. Apakah ide itu cukup unik, dengan pendekatan secara rasional, aktual, faktual atau emosional hingga punya daya tarik bagi pendengar.
Saat produksi, kita wajib mengarahkan dialog yang dilakukan talent-talent VO. Peran apa saja yang dibutuhkan dalam dialog itu. Lalu bagaimana membangun suasana dialog itu seperti lafal, ekspresi serta gaya dialek. Tujuannya untuk menghasilkan karya iklan radio yang sama dengan apa yang dibayangkan saat menulis.
Bahan baku utama iklan radio adalah ekspresi dialog VO. Yang sering terjadi, mereka kadang kurang antusias dan masih malu mencoba membaca script sebelum masuk studio. Padahal, dengan VO lebih antusias, sesi waktu produksi pasti lebih cepat, tepat dan menghasilkan.
Tema iklan radio bisa mengangkat hasil temuan ide ringan dan sederhana seperti kejadian yang sering kita temui sehari hari, pengalaman pribadi atau teman atau rekayasa kejadian yang bisa dianalogikan atau punya benang merah dengan merek produk.
Biarkan ide yang liar dan nakal mengalir sebelum nantinya bakal di-crafting. Biasanya, ide yang 'nakal' setelah diarahkan justru akan mampu memberi kekuatan iklan radio itu. Kemudian sebelum masuk studio Audio Production sempatkan di uji coba dulu ke berbagai teman sekantor atau orang lain.
Bagaimana komentar mereka? Biarkan memberikan kritik dan masukan, sampai akhirnya kita dapatkan radio script format iklan radio yang teruji tanpa kehilangan kenakalannya. Iklan yang baik dan berhasil, termasuk iklan radio, biasanya lahir dari konsep yang kuat, pemahaman merek produk yang tajam, siap dikritik untuk perbaikan dan dengan sentuhan serius saat produksi.
Jangan takut dengan ide ' nakal '. Sesuatu yang ' nakal ' itu cukup kuat membangun imej asal kita tetap patuh dengan rambu-rambu yang diberikan oleh klient lalu dikuatkan dengan hasil akhir diskusi dengan tim kreatif.
Jangan lupa, sempatkan riset kecil-kecilan kepada siapa saja. Misalnya, paling dekat kepada teman berkaitan dengan merek produk itu, langsung atau melalui telepon. Tanyakan sebanyak mungkin apa yang mereka tahu tentang merek produk yang iklan radionya sedang kita tulis. Kemudian tunjukan radio script format yang Anda tulis, bagaimana reaksi dan komentar mereka.
Oleh Dodo W Zaman
Penggemar Iklan Indonesia
dodo8wz@yahoo.co.id