Polisi Rilis Sketsa Wajah Wanita Korban Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang. Sebarkan!

Untuk mempermudah proses identifikasi, Polres Malang Kota merilis sketas wajah wanita yang menjadi korban mutilasi tersebut.

Polisi Rilis Sketsa Wajah Wanita Korban Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang. Sebarkan!
ist
Sketsa wanita korban mutilasi di Pasar Besar Kota Malang. Polisi meminta masyarakat untuk membantu menyebarkannya sehingga identitas korban dapat dikenali oleh kerabatnya. 

SURYA.co.id | MALANG - Meski pelaku mutilasi wanita di Pasar Besar Kota Malang telah tertangkap, namun polisi masih belum bisa mengidentifikasi korban. 

Apalagi, pelaku yang berinisial SG juga mengaku baru mengenal korban lebih dari sepekan lalu. 

Untuk mempermudah proses identifikasi, Polres Malang Kota merilis sketas wajah wanita yang menjadi korban mutilasi tersebut. 

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, mengatakan polisi merilis sketsa wajah korban setelah mendapat keterangan dari pelaku. Setelah dikonfirmasi, sketsa tersebut cocok dengan wajah asli korban.

"Mohon informasi ini disebar oleh kawan-kawan supaya identitas korban segera terungkap," kata Asfuri, Rabu (15/5/2019).

Ia menambahkan, pelaku dan korban bertemu sekitar sembilan hari lalu di depan Kelenteng En Ang Kiong pada pukul 06.30 WIB. Korban saat itu, dalam keadaan sakit dan kemudian dibawa ke Lantai 2 Pasar Besar.

"Setelah itu pelaku ini meninggalkan korban. Pada pukul 17.00 WIB, pelaku melihat korban sudah meninggal," ucapnya.

Pelaku Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang Mengaku Memutilasi Karena Amanah Korban

Pelaku Mutilasi Wanita di Pasar Besar Kota Malang Gunakan Gunting Taman, Korban Asal Maluku

Video Anjing Pelacak Mengendus Jejak Pelaku Mutilasi di Kota Malang Hingga Akhirnya Tertangkap

Berdasarkan keterangan yang diperoleh saat pemeriksaan, pelaku menyebut korban merupakan orang Maluku namun enggan menyebutkan nama.

Mutilasi yang dilakukan juga merupakan permintaan korban yang disampaikan sebelum meninggal.

"Menurut pengakuan pelaku kenapa dilakukan mutilasi karena pesan dari korban. Jadi permintaan dari korban untuk nanti setelah meninggal tolong dilakukan dilakukan pemotongan," ujar dia.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved