Travelling

Mendaki Gunung Arjuno : Mencapai Puncak Adalah Bonus

Puncak adalah bonus. Untuk kembali ke rumah dengan selamat merupakan tujuan utama. Gak usah sedih, masih ada kesempatan untuk bisa mendaki lagi

Mendaki Gunung Arjuno : Mencapai Puncak Adalah Bonus
ist/dictio.id
Ilustrasi Gunung Arjuno 

SURYA.co.id | Tantangan saat mendaki gunung sudah pasti adalah jalur yang berat, sehingga stamina terkuras habis.

Begitu pun saat Imah, Dina, Apri, Irfan, dan Khalid mendaki Gunung Arjuno selama 3 hari pada awal Maret 2019 silam. 

Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan merupakan gunung tertinggi ke-3 di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Raung.

Jalur pendakian yang mereka tempuh yaitu via Tretes yang terkenal berat karena memiliki trek menanjak dan berbatu. Jalur Tretes merupakan jalur pendakian Gunung Arjuno lewat jalur utara gunung.

Sebelum mendaki, mereka harus berkumpul di basecamp terlebih dahulu untuk melengkapi persyaratan pendakian.

Basecamp pendakian Gunung Arjuno via Tretes di Kabupaten Pasuruan. Di pos itu, pendaki harus melakukan registrasi dengan tiket masuk Rp 5.000/pendaki dan biaya penitipan sepeda motor Rp 3.000 per hari.

Sebelum memulai pendakian, Irfan memimpin doa agar diberi keselamatan dan bisa kembali dengan selamat.

Memulai perjalanan dari basecamp ke Pos 1 (Pet Bocor) atau disebut juga pos perizinan dibutuhkan waktu sekitar 45 menit. Di pos perizinan itu pendaki dikenakan tarif Rp 10.000/hari. Jalur itu masih relatif mudah dan datar.

Dari Pos 1 ke Pos 2 (Kopkopan) dibutuhkan waktu yang cukup panjang, yaitu berkisar 5 jam.

Di Pos 2 itu jalanan sudah mulai berbatu. Biasanya pendaki mendirikan tenda di sana karena ada banyak sumber air. Mereka beristirahat dan bermalam untuk melepas lelah seusai perjalanan yang cukup menguras tenaga dengan mendirikan tenda dan memasak.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved