Kuliner

Pentol Tahu Dhulit, Kudapan Asal Sumenep, Sambal Petis Maduranya Bikin Rasanya Makin 'Nendang'!

Pentol Tahu Dhulit, Kudapan Asal Sumenep, Sambal Petis Maduranya Bikin Rasanya Makin Nendang!

Pentol Tahu Dhulit, Kudapan Asal Sumenep, Sambal Petis Maduranya Bikin Rasanya Makin 'Nendang'!
tribun jatim/ali syahbana
Makanan pentol dhulit dengan ciri khas sambal petis asli Madura, di Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. 

SURYA.co.id | SUMENEP - Rasa petis Madura yang khas, membuatnya selalu 'menemani' kuliner asal Pulau Garam tersebut.

Tak terkecuali jajanan asal Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, yaitu pentol tahu dhulit.

Kudapan ini laiknya pentol yang dijual pedagang pada umumnnya.

Namun, ada satu yang menjadi ciri khasnya, sambal yang terbuat dari petis!

Totok Hardiyanto, pemilik wang pentol dhulit menuturkan, pembuatan jananan tersebut sebenarnya sederhana, seperti membuat pentol pada umumnya.

"Di sini, yang membuatnya berbeda adalah resep sambalnya yang terbuat dari petis Madura," ujar Totok saat ditemui Minggu (24/3/2019).

Toh, meski petis menjadi ciri khasnya, disediakan pula sambal tomat untuk pelanggan yang menginginkan lainnya.

Pembuatannya pun tak lama, tinggal mengaduk dan langsung jadi.

Warung pentol dhulit itu buka sejak pukul 09.00 WIB sampai pada waktu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Untuk para pembelinya tidak hanya warga setempat, namun juga ada pembeli dari Kepulauan di Sumenep, Kalianget, bahkan dari Kabupaten Pamekasan juga ada.

"Setiap harinya menghabiskan 11 wadah papan tahu. Alhamdulillah, berjalan sudah tiga tahunan," kata suami dari Siti Hanifah (28) ini..

Menurut Totok, pengunjung paling ramai ke warungnya saat hari libur.

Saat ramai itulah, omzetnya bisa berkisar hingga Rp 3 juta. Sementara saat sepi, ia hanya mengantongi Rp 150.000.

Ia berharap ke depan bisa membuka cabang usaha lain, sebab warungnya sudah mulai penuh setiap hari.

"Harapannya ingin membuka cabang lagi, kalau ramai bisa tempatnya lebih luas lagi," harapnya. (Ali Syahbana)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved