Berita Blitar

Dibesuk Istri sedang Hamil, Pengedar Sabu di Blitar Menangis, Bisnis Narkoba untuk Persalinan Istri

Hendro S (37), terjerat bisnis sabu diakui untuk persiapan istri melahirkan anak pertamanya.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Parmin
surya.co.id/imam taufiq
Hendro S saat diperiksa di Mapolres Blitar. Hendro menangis saat dibesuk istrinya yang sedang hamil tua. 

SURYA.co.id | BLITAR - Pengedar sabu di Blitar menangisa saat dibesuk istrinya yang sedang hamil tua.

Hendro S (37), terjerat bisnis sabu diakui untuk persiapan istri melahirkan anak pertamanya. Padahal dia sudah punya usaha bengkel motor di rumahnya.

Maksudnya sih memang baik. Warga Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, ini  ingin mencari uang tambahan buat persiapan kelahiran anak pertamanya.

Namun sayangnya, cara yang dilakukannya melawan hukum. Sebab, ia kedapatan membawa sabu-sabu dan ganja.

Itu terjadi ketika ia ditangkap saat berada di jalan raya jurusan Blitar-Kediri atau tepatnya di barat kantor Dinas Perhubungan Pemkab Blitar, yang ada di Kecamatan Srengat, Senin (4/2) malam kemarin.

Begitu digeledah, ditemukan tujuh poket sabu-sabu atau per poketnya seberat 0,75 gram, serta kedapatan juga membawa ganja seberat 0,5 gram.

"Kami perkirakan malam itu, ia akan melakukan transaksi namun keburu ketahuan anggota. Sebab, ia membawa sabu-sabu dan ganja. Itu ditemukan di saku, yang ada di balik jaketnya," kata AKP Didik Suhardi, Kasat Narkoba Polres Blitar, Selasa (5/2/2019).

Menurutnya, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat kalau ada seorang pengedar sabu-sabu, yang sering melakukan rtransaksi.

Namun, identitasnya belum diketahui anggota, sehingga dilakukan penyelidikan. Akhirnya, itu mengarahkan ke nama Hendro.

Namun, untuk memergoki Hendro, itu tak mudah karena ia akhir-akhir ini dia sering pulang ke Pasuruan. Katanya, menyambangi orangtuanya. Hendro sendiri memang asal Pasurian, dan menikah di Desa Ngaringan.

Rupanya, ia tak sekadar pulang. Katanya, setiap kali pulang ke Pasuruan, dan saat bali ke Blitar, ia seringkali membawa barang haram.

Itu dijual ke teman-temannya. Termasuk, saat pulang ke Pasuruan, Sabtu (3/2) kemarin, juga demikian.

Baru dua hari kemudian atau Senin (4/2/2019) malam atau pukul 23.00 WIB, petugas kembali mendapatkan kabar kalau Hendro akan melakukan transaksi.

Tak mau kehilangan jejaknya, petugas menyanggongnya dan ditemukan ia lagi meluncur ke arah Kecamatan Srengat.

Begitu dikuntit, ia yang mengendarai sepeda motor sendirian itu berhenti di tepi jalan raya atau tepatnya sekitar 500 meter sebelah barat kantor Dishub Pemkab Blitar, yang ada di Kecamatan Srengat.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved