Berita Pamekasan

Cabut 5 Pohon Pisang, Tukang Becak di Pamekasan Diadili. Istrinya yang Buta Nangis di Persidangan

Seorang tukang becak Pamekasan diajukan ke persidangan lantaran mencabut 5 pohon pisang

Cabut 5 Pohon Pisang, Tukang Becak di Pamekasan Diadili. Istrinya yang Buta Nangis di Persidangan
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Terdakwa Padla (dua dari kiri), tukang becak yang digugat lantaran mencabut 5 pohon pisang, didampingi Ketua dan tim LBH PUSARA usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pamekasan, Jumat (1/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Gara-gara mencabut lima batang pohon pisang, Padla (65) warga asal Dusun Duwek Tinggi, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, terpaksa berurusan dengan penegak hukum.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak tersebut diajukan ke persidangan oleh penuntut umum melalui kuasa penyidik Satreskrim Polres setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunmadura.com (grup surya.co.id), penyidik Satreskrim Polres Pamekasan diberikan kuasa oleh penuntut umum mengajukan tindak pidana ringan yang dilakukan Padla ke Pengadilan Negeri setempat.

Padla dilaporkan dengan dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah sebagaimana dimaksud dan diatur dalam Pasal 406 KUHP dan PP No 51/1960.

Vanessa Angel Nekat Mau Bunuh Diri, Badannya Menggigil Saat Diciduk dalam Prostitusi Online

Kehidupan Ahmad Dhani, Tinggalkan Rumah Mewah Tidur Berjajar Seperti Ikan Pindang di Ruang Pesing

Firasat Aneh Saphira Indah Meninggal Dunia Bersama Bayi di Kandungan Diungkap Sang Suami

Ayu Ting Ting Berduka: Telah Berpulang ke Rahmatullah Kakaku Tercinta. Innalillahi!

Mulan Jameela Bersimpuh Sebut Ya Robb Ya Robb, Masalah Lain Datang setelah Ahmad Dhani Dipenjara

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (LBH PUSARA) sekaligus penasehat hukum terdakwa, Marsuto Alfianto, mengatakan dirinya tidak tega melihat kliennya berurusan dengan hukum.

Marsuto menyatakan terdakwa hanya mencabut pohon pisang yang diklaim masih tanah miliknya.

“Tanah yang ditanami pohon pisang oleh Padla dikalim masih milik putranya yakni Harun. Bahkan, Harun sebagai pemilik lahan tidak merasa tanah tersebut dijual kepada pelapor,” kata Marsuto, Jumat (1/2/2019).

Marsuto mengaku bersama tim dari LBH PUSARA akan terus membela dan menegakkan kebenaran, agar majelis hakim menjatuhkan pidana yang seadil-adilnya.

“Kami akan melakukan upaya gugatan hukum keperdataan mengenai sertifikat yang dimiliki pelapor,” pungkasnya.

Halaman
123
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved