Berita Bangkalan Madura

Pengedar Sabu di Bangkalan Madura Simpan Senjata Api Rakitan dan Peluru Tajam

Pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Bangkalan Madura diringkus polisi. Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan senjata api rakitan dan peluru.

Pengedar Sabu di Bangkalan Madura Simpan Senjata Api Rakitan dan Peluru Tajam
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Pemilik senpi sekaligus pengedar sabu, Hori (kanan) ketika menerangkan kepemilikan senpi kepada Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin di mapolres, Selasa (11/12/2018) 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Satreskoba Polres Bangkalan menyita sepucuk senjata api (senpi) rakitan ketika menggerebek rumah pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Moh Hori (43), di Desa Batah Timur, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan. 

Selain menemukan senpi, polisi juga mendapatkan barang bukti sabu seberat total 40,19 gram dalam kotak warna hitam, uang tunai sebesar Rp 3,8 juta, dan sejumlah alat isap sabu.

Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Paludin Tambunan mengungkapkan, senpi rakitan itu lengkap dengan amunisi berupa enam butir peluru tajam

"Barang bukti senpi kami limpahkan ke Satreskim untuk dilakukan uji labfor," ungkap Boby dalam siaran pers di mapolres, Selasa (11/12/2018).

Bu Guru Malang. Pagi Kecelakaan Saat Naik Motor, Siang Kecelakaan Saat Naik Fortuner di Tol

Longsor di Jember Memutus Akses Jember-Probolinggo

Tunggu Aksi Bupati Jember, Warga Penolak Tambang Emas Silo Kembali ke Sawah

Dalam penggerebekan di rumah kosong milik Hori, Senin (10/12/2018) itu, polisi juga menangkap Dham Kholik (30), Desa Glisgis Kecamatan Modung.

"Barang bukti sabu disimpan di atas kamar tidur dan lemari yang ada di rumah kosong milik Hori," jelasnya.

Dari 14 ungkap kasus penyalahgunaan narkoba terhitung mulai 30 Oktober hingga 7 Desember 2018, Satreskoba Polres Bangkalan menyita 97,8 gram sabu dadengan 23 tersangka.

Boby menjelaskan, para pelaku narkoba itu mayoritas adalah pengedar dengan beragam latar belakang. Di antaranya seorang PNS di Bakesbang Linmaspol Pemkab Bangkalan dan seorang ibu rumah tangga.

"Meski belum menyentuh para bandar besar, namun tidak menyurutkan langkah kami memberantas peredaran dan penyalagunaan narkoba," pungkasnya.

Tersangka Hori di hadapan Boby menyampaikan, senpi yang dibeli dari seorang temannya seharga Rp 3 juta itu digunakan menjaga keamanan di kampungnya.

"Ternyata senpi itu rusak, saya dibohongi karena membelinya dalam kondisi rusak," singkatnya. 

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved