Berita Jombang

Ratusan Ijazah Mahasiswa Undar Jombang yang Belum Diambil Ikut Ludes Terbakar

Total kerugian kami perkirakan mencapai Rp 10 miliar. Karena banyak peralatan elektronik di sana, termasuk ratusan ijazah tahun 2009 sampai 2017.

Penulis: Sutono | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.CO.ID/SUTONO
Ratusan lembar ijazah yang belum diambil para alumni ikut ludes saat kebakaran kampus Undar Jombang, Senin (3/12/2018) 

SURYA.co.id | JOMBANG - Kebakaran di Kampus Undar (Universitas Darul Ulum), Jombang, menyebabkan ratusan lembar ijazah ikut ludes, Senin (3/12/2018) malam. 

Kerugian akibat kebakaran kampus Undar Jombang ini pun menyebabkan kerugian materi yang sangat besar. 

Setidaknya, versi pihak Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), kerugian akibat kebakaran Kampus Undar Jombang ini mencapai miliaran rupiah.

Kerugian itu karena ludesnya ruangan di dua lantai, yakni lantai 2 dan 3 beserta isinya.

Di antara yang terbakar itu, di lantai 2, meliputi kantor FKIP, ruang kuliah FKIP, ruang kuliah FISIP. Kemudian lantai 3, meliputi kuliah kelas FKIP dan FISIP serta Perpustakaan dan musala.

“Total kerugian kami perkirakan mencapai Rp 10 miliar. Karena banyak peralatan elektronik di sana. Ada LCD puluhan buah, komputer, berkas, serta ratusan ijazah tahun 2009 sampai 2017,“ kata Suhudi, mantan Dekan FKIP, Selasa (4/12/18).

Suhudi sendiri habis masa jabatan dekannya Oktober lalu. Dan sampai sekarang belum ada penggantinya, itu akibat konflik di internal Undar antara pihak Yayasan Undar dengan rektorat. Sehingga FKIP dan fakultas lain tidak ada dekannya.

Selidiki Kebakaran di Universitas Darul Ulum Jombang, Tim Labfor Polda Jatim : Hasilnya Sepekan Lagi

Karena Si Pria Lupa Menutup Resleting, Remaja Mesum di Kediri Tak Berkutik Saat Digrebek Satpol PP

Tim Labfor Polda Jatim Mulai Identifikasi Kebakaran Gedung Universitas Darul Ulum Jombang

Ditambahkan Suhudi, ratusan ijazah yang terbakar itu karena belum diambil pemiliknya dengan berbagai alasan. Lalu dokumen penting lain berupa skripsi dan transkrip nilai, buku-buku cetakan lama yang sekarang sudah tidak terbit lagi.

Suhudi mengaku sebagai salah satu yang kali pertama mendapat laporan mahasiswa dan Satpam setempat ketika api mulai membakar ruangan dekan. Ruang dekan itu adalah tempat kerja dirinya sebelum masa jabatannya habis.

Begitu mendapat laporan, Suhudi langsung meminta Satpam memadamkan api dengan alat seadanya. Namun api justru semakin besar hingga merembet ke lantai di atasnya lagi.

“Api pertama kali muncul di ruangan dekan FKIP. Ruangan itu kosong karena dua bulan terakhir ini saya tak pernah masuk ruangan dekan," kata Suhudi.

Suhudi mengaku, sejak Oktober lalu, jika ke kampus ia hanya mengajar, tidak pernah masuk ruangan dekan.

"Jadi ruang itu kosong. Bahkan tidak ada barang elektronik apapun. Makanya saya heran, bagaimana bisa muncul api dari sana,“ katanya.

Diberitakan, kebakaran gedung Advance Lectring Undar terjadi Senin malam sekitar 18.30 WIB. Api berkobar di lantai dua dan tiga gedung berlantai tiga. Lantai pertama merupakan ruangan rektorat dan yayasan.

Sedangkan lantai dua dan tiga merupakan ruang perkuliahan untuk mahasiswa FKIP dan Fisipol. Kantor dekan dan administrasi FKIP juga ada di lantai dua.

Selain menghanguskan gedung, api juga membakar dokumen akademik dan sejumlah komputer di lantai 2 dan 3 tersebut. Api baru berhasil dipadamkan Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved