Berita Jawa Timur

Polisi yang Diserang Pakai Ketapel di Lamongan Mulai Pulih dan Berharap Matanya Normal Kembali

Kondisi Bripka Andreas Dwi Anggoro (35), polisi yang menjadi korban penyerangan menggunakan ketapel di Lamongan, berangsur-angsur membaik.

tribun jatim/Pradhitya Fauzi
Bripka Andreas didampingi istrinya saat menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kondisi Bripka Andreas Dwi Anggoro (35), polisi yang menjadi korban penyerangan menggunakan ketapel di Lamongan, berangsur-angsur membaik. 

Namun, masih dibutuhkan beberapa observasi dan operasi guna memulihkan kondisi mata kanannya yang diketapel menggunakan kelereng.

Ditemui Selasa (27/11/2018) siang di Ruang Anggrek 4 RS Bhayangkara Surabaya, dia berharap mata kanannya itu bisa pulih seperti semula. 

"Tim dokter bilangnya akan selalu diupayakan semaksimal mungkin yang terbaik, saya juga harus berjuang, apapun hasilnya ya mudah-mudahan bisa diberikan jalan yang terbaik, apapun kenyataannya saya sudah siap," terang Andreas dengan mata kiri yang terlihat berkaca-kaca, Selasa (27/11/2018).

"Yang paling saya takutkan saat ini adalah anak saya, tapi saya harus yakin, berani, dan kuat, berbagai kemungkinan itu banyak, gak boleh kalah sama keadaan," sambungnya.

Senada dengan Andreas, istrinya, yakni Maya Puspitasari berharap kondisi suaminya segera normal kembali.

Sebab, ia menginginkan ia dan suaminya beserta buah hatinya dapat berkumpul lagi seperti semula.

Usai beragam perawatan dan operasi pun, Maya mengaku ingin suaminya tetap menjalani rawat jalan di RS Bhayangkara Surabaya.

"Kami pengennya tetap melakukan perawatan di sini (RS Bhayangkara) mas, fokus ke pengobatan saja untuk saat ini," sahut wanita kelahiran Lamongan, 24 Januari 1984 itu.

Maya menjelaskan, saat ini kondisi Andreas masih membutuhkan perawatan intensif kendati telah membaik.

Pasalnya, tim dokter masih akan melakukan beberapa kali pemeriksaan dan tindakan medis sampai kondisi kornea, refina, dan pupil dari Andreas normal lagi.

"Saat ini hanya fokus kornea dan retina dulu, bilangnya dokternya biar saluran di mata bagian putihnya hilang, biar darah yang menempel di sekitaran kelopak cair dan hilang dulu," tutupnya.

Kemendikbud Ingin Pelajaran PMP Kembali Diajarkan di Sekolah-Sekolah

Dalam pemberitaan sebelumnya, pada Selasa (20/11/2018) dini hari, dua orang merusak pos lantas di kawasan Paciran, Lamongan.

Ketika itu pula, satu dari seorang pelaku, yakni Eko Ristanto menyerang pos polisi di dekat Wisata Bahari Lamongan (WBL) kala itu.

Sedangkan, MSA (17) bertugas sebagai joki.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved