Lahir dari Keluarga Miskin di Surabaya, Dato Sri Tahir Tukarkan Dolar ke Rupiah Senilai Rp 2 Triliun

Lahir dari Keluarga Miskin di Surabaya, Dato Sri Tahir Tukarkan Dolar ke Rupiah Senilai Rp 2 Triliun.

Lahir dari Keluarga Miskin di Surabaya, Dato Sri Tahir Tukarkan Dolar ke Rupiah Senilai Rp 2 Triliun
surya/habibur rohman
Dato Sri Tahir (dua dari kanan) dalam penganugerahan gelar doktor kehormatan di Unair Surabaya, Kamis (8/3/2018). 

SURYA.CO.ID  - Lahir dari orang tua memiliki usaha penyewaan becak di Surabaya, masa kecil  konglomerat Dato Sri Tahir dilalui dengan penuh perjuangan.

Dalam satu kesempatan, ia mengaku menyaksikan sebuah tayangan televisi yang menggambarkan seorang anak busung lapar mengusik hatinya.

“Saya sudah memendam dendam di masa lalu, kalau saya mampu, akan saya perbaiki keadaan Indonesia,” ungkap pengusaha sekaligus miliarder Indonesia, Dato Sri Tahir dalam kuliah umum di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/3/2016).

Tekat itu pula yang ia  buktikan ketika  hari ini ia menukarkan uang pribadinya dalam dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura ke Rupiah senilai Rp 2 triliun melalui Bank Indonesia (BI).

Hal itu, dilakukan Tahir untuk membantu memperkuat Rupiah yang sejak awal tahun ini sudah terdepresiasi 12,30 persen ke level Rp 15.230 per dolar AS.

“Pagi ini kami diterima oleh bapak gubernur BI, jadi kita bukti ke bapak gubernur dalam minggu lalu total kIta telah gantikan dolar 93 juta dolar AS plus 55 juta dolar Singapura ini pribadi tidak terkait dengan korporasi,” kata Dato Sri Tahir, kepada awak media di Kompeks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Dato mengatakan, motivasinya menukar dolar ke Rupiah adalah murni sebagai warga negara yang membantu pemerintah untuk membantu pemerintah memperkuat mata uang garuda.

Ia pun mendorong agar pengusaha-pengusaha di dalam negeri yang masih menyimpan uangnya dalam dolar di Singapura juga melakukan hal yang sama seperti dirinya.

 “Sekarang kan kita tahu Rupiah dalam keadaan yang masih mencari posisi yang terbaik, sebagai seorang warga negara kebetulan kita sudah lakukan tax amnesty, jadi saya pikir daripada taruh di luar negeri kita kembalikan ke sini dulu aja,” ungkap pria kelahiran Surabaya 66 tahun silam ini.

Nantinya, dana yang ditukarkan ke Rupiah tersebut, lanjut Tahir, akan dipakai untuk disetorkan ke Bank Mayapada sebagai modal, tidak untuk diinvestasikan ke saham.

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved