Gereja Surabaya Dibom

Cara Licik Teroris Rekrut 'Pengantin', Dian Yulia Novi Dinikahi Jelang Serang Istana Negara

Serangan bom di 3 gereja Surabaya, memakai cara licik, memanfaatkan 'pengantin' wanita dan anak-anak.

Cara Licik Teroris Rekrut 'Pengantin', Dian Yulia Novi Dinikahi Jelang Serang Istana Negara
AFP via BBC INDONESIA
Dian Yulia Novita 

SURYA.CO.ID - Serangan bom di 3 gereja Surabaya pada Minggu (13/5/2018), memakai cara licik dengan memanfaatkan 'pengantin' bom bunuh diri wanita dan anak-anak.

Serangan keji ini menyebabkan puluhan nyawa melayang. Tak hanya nyawa si 'pengantin' tapi juga para jemaah gereja dan orang-orang tidak berdosa.

Serangan terhadap 3 gereja di Surabaya, menurut sejumlah saksi, ada wanita yang masuk ke dalam gereja membawa dua anaknya yang masih kecil.

Saat dicegah oleh petugas keamanan gereja, tiba-tiba bom meledak.

Polisi masih menyelidiki soal kepastian si wanita dan anak-anak itu adalah 'pengantin' bom bunuh diri.

Namun sejarah baru aksi serangan teroris di Indonesia mengungkap fakta bahwa jaringan teroris kini memang melirik wanita sebagai 'pengantin'.

Baca: Aksi Aloysius Bayu, Pahlawan yang Halangi Teroris Masuk Gereja, Relakan Tubuh Hancur Dibom

Baca: Bocah 11 Tahun Itu Ikut Jadi Korban Tewas Ledakan Gereja Surabaya, Kondisinya Memilukan

Baca: Kronologi & Detik-Detik Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya, Pelaku Meledak Bersama Mobilnya

Aksi para 'pengantin' wanita itu mengingatkan nama Dian Yulia Novi (28).

Wanita yang divonis penjara 7,5 tahun oleh majelis hakim atas tindakannya merencanakan serangan bom bunuh diri ke Istana Negara pada Minggu, 11 Desember 2016.

Untuk kali pertama, ada perempuan yang terlibat tindakan terorisme dan siap menjadi bomber.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang mendesak agar Dian Yulia divonis 10 tahun penjara.

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help