Berita Kediri

Misteri Raibnya Saldo 87 Nasabah BRI di Kediri, Diduga Ada Peretasan Data Nasabah

Kasus ini terindikasi peretasan sistem database nasabah BRI yang diduga dapat dibobol oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Misteri Raibnya Saldo 87 Nasabah BRI di Kediri, Diduga Ada Peretasan Data Nasabah
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | KEDIRI - Tim penyidik gabungan Polres Kediri bersama Subdit Perbankan Ditreskrimsus Polda Jatim berupaya membongkar kasus dugaan pembobolan tabungan milik 87 nasabah Bank BRI Unit Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, yang diduga dilakukan sindikat luar negeri.

Setidaknya, delapan nasabah Bank BRI yang mengalami pendebetan saldo tabungannya secara misterius itu telah dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyelidikan kasus ini.

Kapolres Kediri, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Erick Hermawan menjelaskan penyelidikan awal pihaknya belum dapat memastikan tentang tindakan kejahatan hingga membuat saldo nasabah BRI berkurang secara tiba-tiba.

Meski begitu, proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui kasus ini yang diduga mengarah pada skimming atau peretasan informasi database nasabah BRI secara ilegal yang diduga dilakukan oleh sindikat luar negeri.

"Belum bisa dibuktikan (skimming)," tuturnya kepada SURYA.co.id, Rabu (14/3/2018).

Erick memaparkan kemungkinan kecil kejahatan Perbankan Skimming terjadi, lantaran sesuai hasil koordinasi bersama Kantor Wilayah (Kanwil) BRI Malang, di kawasan Kediri bebas dari adanya skimming.

Sebab, pihak Bank BRI selalu melakukan pengecekan rutin enam bulan sekali.

Adapun asumsi dugaan itu dibuktikan data nasabah yang berkurang tiba-tiba secara terakumulasi bernilai tidak terlalu banyak, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 10.000.000.

Pasalnya, biasanya skimming jumlah uang yang diambil pelaku cukup besar.

Seumpama sisa uang nasabah Rp 10 juta diambil pelaku Rp 9 juta.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help