Berita Madiun

Tanah Uruk Proyek Pendopo Madiun Diduga Tidak Sesuai Spek, Begini Kata Kabid Ciptakarya Dinas PU

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Madiun Gunawi yang dikonfirnasi mengaku belum mendapat laporan.

Tanah Uruk Proyek Pendopo Madiun Diduga Tidak Sesuai Spek, Begini Kata Kabid Ciptakarya Dinas PU
foto:surya/doni prasetyo
Alat berat meratakan tanah uruk di lokasi bakal Pendopo, Kamis (21/4/2016). 

SURYA.co.id | MADIUN - Tanah yang digunakan menguruk lahan untuk proyek pembangunan Pendopo Kabupaten Madiun diduga tidak sesuai spesifikasi.

Pendopo di komplek Pusat Pemerintahan (Puspem) di Jalan MT Haryono, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun itu menghabiskan anggaran Rp 27.177.771.000.

Lahan yang ditempati untuk bangunan pendopo itu dari tanah pertanian yang masih labil.

Oleh sebab itu dibutuhkan tanah uruk, yang ratio materialnya minimal 30 persen.

Sumber di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Madiun menyebutkan, penggunaan tanah uruk itu diketahui saat dump truk pengangkut tanah uruk yang diambil dari Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

"Saya lihat ada puluhan dump truk yang mengangkut tanah uruk, berwarna agak kehitam-hitaman. Saya pastikan tanah itu kualitasnya tidak sesuai spesifikasi,"kata sumber Surya, saat ketemu di Puspem Kabupaten Madiun, Kamis (21/4/2016).

Menurut sarjana sipil itu, pengusaha tanah uruk itu bukan pelaksana pembangunan pendopo Kabupaten Madiun, tapi hanya kontraktor yang ngesub kepada pelaksana proyek.

Wajar bila pengusaha pengesub pelaksana proyek itu mencari tanah murah, diduga agar bisa mengeruk keuntungan dari proyek negara.itu.

"Tanah uruk yang dikirim pengusaha yang ngesub pelaksana.pembangunan pendopo, dan mencarikan material itu, sengaja mencari tanah yang tidak sesuai spesifikasi. Hal ini dilakukan agar bisa lebih untung dari sebelumn,"katanya

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Madiun Gunawi yang dikonfirnasi mengaku belum mendapat laporan adanya material.proyek pendopo yang tidak bsesuai spek.

"Saya tidak tahu itu, karena sampai hari ini, saya belum mendapat laporan. Coba saya ceknya dulu,"kata Gunawi.

Sedang Manajer Proyek PT Cipta Karsa Bumi Lestari, Ishan Yusuf membenarkan adanya puluhan tanah uruk yang dikirim rekanan CV Wahana Putra Perdana
untuk memadatkan tanah yang digunakan bangunan Pendopo Kabupaten Madiun, tidak sesuai spesifikasi.

"Tanah uruk yang rendah mutunya itu, hanya sekitar 10 dump truk. Saya tolak, saya tidak bayar kalau dipaksa diturunkan. Jadi tanah yang tidak sesuai spek itu saya kembalikan,"kata Ishan Yusuf di kantor proyek setempat, Kamis (21/4/2016).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved