Sabtu, 11 April 2026

Travel

Ada Ruang Damar Kurung di Wisata GUS Gresik, Tampilan Visual Karya Maestro Masmundari

Instalasi tersebut dinilai tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.

Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Humas Pemkab Gresik
WISATA GUS - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Baju Hitam) menjelaskan tentang wisata GUS kepada cucu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Minggu (4/1/2026). Ada ruang damar kurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damar kurung, almarhumah Masmundari di lokasi wisata ini. 

Ringkasan Berita:
  • Kini ada destinasi wisata baru Gresik Universal Science (GUS) di kawasan Islamic Center Kabupaten Gresik. 
  • GUS jadi wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung menikmati setiap pengetahuan secara digital.
  • Ada ruang damar kurung, menampilkan instalasi karya maestro seni Damar Kurung, almarhumah Masmundari.
  • Instalasi itu tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.

 

SURYA.CO.ID, GRESIK  - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi Gresik Universal Science (GUS) di kawasan Islamic Center, Minggu (4/1/2025). Kedatangannya naik transportasi umum Trans Jatim. 

Rombongan berangkat dari Terminal Bunder menuju kawasan Islamic Center, Kecamatan Balongpanggang, Gresik untuk mendukung transportasi publik  sekaligus destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital di Kabupaten Gresik.

Baca juga: BREAKING NEWS Jogging Track Stadion Gelora Joko Samudro Gresik Ambles Usai Hujan Deras

GUS yang  telah di soft launching secara oleh Bupati Gresik pada 24 Desember 2025.

Sejak dibuka  GUS tercatat telah dikunjungi ribuan masyarakat dari berbagai daerah, terutama pelajar dan keluarga.

Wisata Edukasi dan Literasi Digital

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memgatakan,  GUS dirancang sebagai wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung bisa menikmati  setiap pengetahuan  secara digital.

Sehingga masyarakat agar tidak terburu-buru saat berkunjung, sehingga pesan sejarah dan budaya Gresik yang dikemas secara digital dapat terserap secara utuh.

“Masyarakat bisa benar-benar menikmati literasi secara digital yang ada. Setiap ruangan idealnya sekitar 10 menit. Pengunjung supaya serius melihat tentang sejarah dan budaya Gresik bisa dinikmati dengan maksimal,” kata Bupati Yani dalam rilis Diskominfo Gresik. 

Menurutnya, antusiasme pengunjung sejak soft opening, menunjukkan  wisata edukasi budaya dan sejarah memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat.

"GUS diharapkan menjadi ruang belajar alternatif yang menyenangkan, sekaligus memperkuat identitas budaya Gresik," imbuhnya. 

Jaga Fasilitas GUS

Sementara Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas hadirnya GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif. 

Menurut Khofifah, wisata GUS tidak hanya menyuguhkan budaya, tetapi juga potensi tiap kecamatan, mulai dari kuliner hingga mata pencaharian masyarakatnya.

“Potensi yang ditampilkan di sini sangat lengkap. Bukan hanya budaya, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya masing-masing,” kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah berpesan kepada masyarakat, agar ikut menjaga fasilitas GUS.

Menurutnya,  GUS sangat strategis dalam memperkuat literasi masyarakat dengan pendekatan yang relevan dengan kebiasaan generasi saat ini.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved