Libur Natal dan Tahun Baru
Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Pusat Oleh-oleh di Surabaya Diserbu Wisatawan
Momentum libur Natal dan Tahun Baru 2026 berdampak positif bagi penjual oleh-oleh khas Surabaya.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Momen libur Natal dan Tahun Baru 2026 membawa berkah bagi penjual oleh-oleh khas Surabaya.
- Toko Oleh Oleh Sudi Mampir Surabaya penjualannya meningkat hingga 35 persen saat musim liburan akhir tahun jika dibanding hari biasanya.
- Pengunjung bisa membeli oleh-oleh khas dari berbagai daerah di Jatim. Mulai dari kerupuk, pia, abon, olahan ikan, aneka sambal, serta camilan tradisional.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Momentum libur Natal dan Tahun Baru 2026 berdampak positif bagi penjual oleh-oleh khas Surabaya.
Salah satunya di Kawasan Jalan Genteng Surabaya. Kawasan Genteng bukan hanya dikenal sebagai kawasan pemerintahan Kota Surabaya saja.
Melainkan menjadi pusat oleh-oleh yang ada di Surabaya. Lokasinya pun dekat dengan spot nongkrong Jalan Tunjungan.
Baca juga: Kerupuk Goreng Pasir Mas Adib Jombang, Camilan Ringan Pas untuk Oleh-oleh
Saat momentum Libur Nataru, kawasan ini tak pernah sepi dikunjungi wisatawan mencari oleh-oleh. Hal itu menjadi ladang rejeki bagi toko.
Penjualan Meningkat saat Musim Libur Akhir Tahun
Salah satunya Toko Oleh Oleh Sudi Mampir Surabaya. Pihak toko mengaku peningkatan penjualan hingga 35 persen jika dibanding hari biasanya.
“Setiap tahun apalagi momentum liburan seperti ini ada peningkatan 25-35 persen,” sebut karyawan Toko Sudi Mampir Mohammad Rupi'i, Minggu (28/12/2025).
Ia menyebut, peningkatan penjualan terjadi sejak mendekati perayaan Natal atau minggu ketiga bulan Desember 2025.
Jelang tahun baru disebut sebagai puncak penjualan. Ramainya pembeli ini diprediksi akan terus terjadi hingga akhir libur sekolah.
“Justru sebelum natal sudah peningkatan dan ini puncak puncak ramainya. Jadi awal Desember dan sampai selesai liburan anak sekolah sekitar tanggal 5 Januari akan datang,” sebutnya.
Dari pantauan di lokasi, toko ini tak sepi. Pengunjung datang silih berganti. Mereka rata-rata rombongan, tiga hingga empat orang.
Wisatawan dari Berbagai Daerah
Rupi’i menjelaskan, kebanyakan wisatawan yang datang ke toko ini rata-rata wisatawan dari provinsi tetangga hingga luar pulau. Seperti Jawa Tengah, Jakarta hingga Kalimantan.
“Pembelinya dari macam-macam. Bukan melulu Jawa Timur tapi Jawa Tengah, sampai luar pulau seperti Kalimantan juga banyak yang beli di sini,” sebutnya.
Pelopor toko oleh-oleh yang sudah ada sejak tahun 1970an ini pengunjung bisa membeli oleh-oleh khas dari berbagai daerah di Jatim.
Seperti camilan maupun kue produksi dari Surabaya, Malang maupun Gresik.
Oleh-oleh yang Paling Diminati Pengunjung
| Periode Libur Natal dan Tahun Baru, 176.348 Penumpang Naik KA dari Stasiun KAI Daop 7 Madiun |
|
|---|
| 200 Ribu Lebih Penumpang Padati Stasiun Banyuwangi Selama Libur Nataru, Berkat Jujugan Wisata |
|
|---|
| Bandara Juanda Layani 864.231 Penumpang Selama Musim Libur Natal dan Tahun Baru |
|
|---|
| Arus Balik Nataru Meningkat, Lebih dari 25 Ribu Penumpang Tiba di KAI Daop 8 Surabaya |
|
|---|
| Puncak Arus Balik Libur Nataru, Penumpang Diperkirakan Tembus 5.000 di Terminal Patria Blitar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Jalan-Genteng-ini-menjadi-jujugan-para-wisatawan-terutama-saat-Nataru-Foto-Nurika.jpg)