Rabu, 29 April 2026

Berita Viral

Cara Mengatasi Penipuan Modus Share Screen di WhatsApp, Wali Kota Jakarta Pusat Nyaris Kena

Begini cara mengatasi penipuan dengan modus share screen di Whatsapp yang kini sedang marak terjadi. Wali Kota Jakarta Pusat nyaris kena.

istimewa/Tribun Style
PENIPUAN WHATSAPP - Ilustrasi Penipuan Modus Share Screen di WhatsApp. Simak cara mengatasinya. 

SURYA.co.id - Begini cara mengatasi penipuan dengan modus share screen di Whatsapp yang kini sedang marak terjadi.

Cara mengatasi penipuan share screen whatsapp ini perlu anda ketahui karena akibatnya bisa fatal.

Jika anda terjerat, isi rekening anda bisa terkuras.

Belakangan ini, muncul teknik penipuan digital yang memanfaatkan fitur Share Screen (Bagikan Layar) di WhatsApp.

Fitur ini sebenarnya dibuat untuk memudahkan pengguna berbagi tampilan layar secara langsung dengan lawan bicara.

Namun, para pelaku kejahatan siber menyalahgunakannya untuk mencuri data pribadi.

Baca juga: Cara Buka WhatsApp di Laptop dengan Mudah dan Aman, Bisa Langsung Tanpa Install Program

Dalam praktiknya, penipu kerap menyamar sebagai pegawai instansi resmi, seperti lembaga pemerintah atau perusahaan besar.

Mereka kemudian menghubungi calon korban dengan alasan administratif, mulai dari pembuatan dokumen identitas hingga urusan registrasi layanan.

Setelah korban merasa percaya, pelaku akan memandu langkah-langkah tertentu dan menyarankan korban mengaktifkan Share Screen.

Begitu layar ponsel terlihat secara real-time, penipu bisa mengakses informasi sensitif, termasuk ketika kode OTP (One Time Password) masuk ke ponsel korban.

Dengan OTP itu, akun WhatsApp bisa diambil alih, dan dari sana risiko semakin besar: penipu berpotensi membobol rekening bank, menyalahgunakan akun untuk menipu kerabat, atau mencuri data pribadi lainnya.

Bukan hanya kode OTP, pelaku juga bisa melihat detail lain di layar, seperti nomor rekening, riwayat percakapan, foto, video, hingga identitas pribadi.

Bagaimana Cara Menghindarinya?

Modus ini sejatinya tidak jauh berbeda dengan penipuan berbasis social engineering yang telah lama ada.

Bedanya, kini mereka memanfaatkan fitur baru WhatsApp yang mungkin belum terlalu dipahami masyarakat. Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di negara lain, termasuk India.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved